Arab Saudi Beli Senjata Prancis, Inggris dan AS, Tak ke Indonesia

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump memegang grafik penjualan perangkat keras militer saat berbincang dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 20 Maret 2018. (AP Photo/Evan Vucci)

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump memegang grafik penjualan perangkat keras militer saat berbincang dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 20 Maret 2018. (AP Photo/Evan Vucci)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kerajaan Arab Saudi lebih memilih beli senjata ke negara-negara Barat termasuk ke Prancis, Inggris dan Amerika Serikat karena dianggap lebih maju.

    "Kami tak membeli perlengkapan tempur dari Indonesia, meskipun saat ini dalam penjajakan dengan Pindad di Bandung dan Malang," kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Osama bin Mohammed Abdullah Shuaibi kepada Tempo, Selasa, 27 Maret 2018.

    Baca: Jual Senjata ke Arab Saudi, Prancis Langgar Hukum Internasional

    Demonstran menggelar unjuk rasa di luar gedung Pengadilan Tinggi di London, Inggris. Mereka menentang ekspor senjata ke Arab Saudi. [Photograph: Jonathan Brady/PA]

    Menurut Osama, wajar saja kalau Arab Saudi membelanjakan uang yang sangat banyak untuk pembelian senjata ke negara-negara tersebut.

    Prancis sebagaimana laporan Russian Today, Selasa, menjual senjata ke Arab Saudi senilai Rp 27,5 trilun (US$ 2 miliar). Pembelian ini ditentang oleh para aktivis hak asasi manusia karena digunakan untuk berperang di Yaman.Unjuk rasa menentang Mohammed bin Salman di Inggris. [Arab Organisation for Human Rights in UK]

    "Tujuh puluh lima persen rakyat Prancis menentang pembelian senjata tersebut. Mereka meminta Presiden Emmanuel Macron menghentikan penjualan senjata ke Arab Saudi," Russian Today melaporkan.

    Adapun Guardian dalam laporannya pada 24 Oktober 2017 menyebutkan, Arab Saudi belanja senjata ke Inggris di kwartal kedua 2017 senilai Rp 21 triliun (1,1 miliar poundsterling).

    Baca: Arab Saudi Kembangkan Bom Nuklir Seperti Iran

    Sementara itu, lawatan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman ke Amerika Serikat dimanfaatkan betul oleh Presiden Donald Trump untuk menjual senjata. "Selain ingin meningkatkan kerja sama di berbagai bidang, Arab Saudi bersepakat membeli senjata Amerika Serikat," tulis CNBC.

    Trump dalam pertemuannya dengan Mohammed bin Salman juga tak sungkan meminta pewaris takhta Kerajaan Arab Saudi itu menginvestasikan uangnya di Amerika Serikat agar bisa menyelamatkan 40 ribu tenaga kerja di sana. Dalam waktu sembilan bulan ini, Amerika Serikat menjual senjata ke Arab Saudi senilai US$ 54 miliar atau sekitar Rp 742 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.