Takut Ikut Pemilu Mesir, Warga Sinai Pilih Antri Roti

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Takut Ikut Pemilu, Warga Sinai Pilih Antri Roti

    Takut Ikut Pemilu, Warga Sinai Pilih Antri Roti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika banyak warga Mesir yang mengantri untuk memberikan hak suaranya pada pemilu presiden, tetapi  penduduk di Semenanjung Sinai lebih memilih antri untuk mendapatkan roti. 

    Mereka rela antre cukup lama untuk mendapatkan sepotong roti demi sekadar mengisi perut mereka. Warga Sinai saat ini menderita  menyusul operasi militer di Sinai Utara yang menargetkan kelompok-kelompok milisi. Situasi itu menghalangi sebagian besar akses warga untuk memenuhi kebutuhan hidup sehingga menyebabkan krisis pangan.

    Baca: Cegah Boikot Pemilu, Mesir Hadiahkan 500 Orang Umrah Gratis

    Pejabat lokal mengatakan hampir tidak ada warga Sinai yang mengikuti pemiliu untuk menentukan presiden baru Mesir pada hari pertama pemungutan suara.

    "Saya keluar untuk memilih karena ingin mendapatkan roti yang didistribusikan oleh tentara. Kebanyakan orang menunggu untuk mendapatkan makanan daripada memberi suara," kata guru di kota Sheikh Zuweid, Selim Ahmed seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, 27 Maret 2018.

    Baca: Oposisi Mesir Ancam Boikot Pemilu, Sejumlah Tokohnya Ditahan

    Petugas yang mengamati, Ahmed Raouf, mengatakan, hanya satu warga yang memenuhi hak politiknya dalam pemilihan. Dengan banyak orang takut meninggalkan rumah mereka di tengah pertempuran melawan milisi, hampir tidak ada pemilih yang memberikan suara mereka di beberapa bagian Sinai Utara pada hari pertama pemilihan tiga hari

    "Banyak penduduk takut untuk keluar memberikan suaranya karena operasi militer yang terus berlanjut dan ancaman serangan yang menargetkan lokasi pemilihan," kata Raouf.

    Baca: Penuh Kontroversi, Sisi Dijagokan Lagi Menang Pemilu Mesir

    Namun ada pemimpin suku di daerah Sinai Utara memobilisasi orang-orang untuk memilih secara massal agar tidak takut. Daerah ini menjadi tempat pembunuhan jamaah Muslim pada November 2017.  

    Beberapa minggu yang lalu, ISIS memperingatkan orang-orang Mesir untuk tidak memilih sehingga banyak yang takut menjadi korban.

    Presiden Abdel Fattah el-Sisi diperkirakan akan kembali meraih kemenangan dengan mudah pada pemilu presiden Mesir yang dimulai Senin, 26 Maret 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.