Pendiri Studi Indonesia di Azerbaijan Sesalkan Budaya Jam Karet

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Habib Zarbaliyev, warga negara Azerbaijan, yang mengajar bahasa dan budaya Azerbaijan di Universitas Gajah Mada. facebook

    Habib Zarbaliyev, warga negara Azerbaijan, yang mengajar bahasa dan budaya Azerbaijan di Universitas Gajah Mada. facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Mencari tahu penilaian warga negara asing atas budaya dan karakteristik orang-orang Indonesia, selalu menarik diketahui. Habib Zarbaliyev, Kepala Departmen Riset dan Publikasi di Universitas Bahasa-Bahasa Asing Azerbaijan, punya pandangan sendiri mengenai budaya dan orang Indonesia. 

    Kepada Tempo, Zarbaliyev mengatakan Indonesia kaya akan budaya. Indonesia memiliki ratusan suku bangsa dan setiapnya memiliki budaya sendiri. Sepanjang usia tidak cukup untuk belajar budaya Indonesia.Berpuluh tahun mempelajari bahasa dan budaya Indonesia, Zarbaliyev menilai orang Indonesia itu tenang, damai, penuh sopan santun dan ramah. 

    “Orang Indonesia tidak menyakiti orang lain, hampir tidak marah, tidak menggunakan kata-kata kasar atau makian. Saya bergaul dekat dengan 70-an bangsa. Ini saya katakan dengan jujur, bangsa Indonesia tidak ada taranya,” kata Zarbaliyev. 

    Namun ada satu hal yang disayangkannya dari orang Indonesia. Yakni orang Indonesia sering tidak pasti dalam masalah waktu. Jika membuat janji bertemu, orang Indonesia disebutnya pasti datang terlambat.

    Baca: Indonesia-Azerbaijan Kerja Sama di Bidang Pelayanan Publik  

    Habib Zarbaliyev, warga negara Azerbaijan, yang mengajar bahasa dan budaya Azerbaijan di Universitas Gajah Mada. facebook

    Baca: EKSKLUSIF: Hendromartono, Setengah Abad Jadi Eksil di Azerbaijan 

    Zarbaliyev saat ini mempersiapkan peresmian Pusat Budaya Azerbayjan dan akan mengajar mata kuliah Multikulturalisme Azerbayjan di Universitas Indonesia. Sebelumnya, dia pernah menjadi penyelidik dan pengajar bahasa Indonesia di Universitas Negeri Saint-Petersburg, Rusia dan di Universitas Leiden, Belanda.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.