Paket Misterius Ditemukan di Fasilitas Militer AS Termasuk CIA

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Markas besar badan intelijen Amerika CIA di Langley. wikimedia.org

    Markas besar badan intelijen Amerika CIA di Langley. wikimedia.org

    TEMPO.CO, JakartaPaket misterius ditemukan di beberapa fasilitas militer Amerika Serikat termasuk markas CIA di Washington DC. Menurut FBI yang menangani kasus paket misterius itu, isi paket berupa tepung warna hitam dan bahan peledak.

    Dipastikan Tidak ada korban akibat paket misterius ini. 

    Baca: Trump Terima Surat Misterius dari Putin pada 2013, Isinya?

    Mengutip laporan CNN, 27 Maret 2018, paket misterius itu dikirim ke fasilitas militer dan intelijen Amerika Serikat. Paket  tiba di markas CIA, Fort Belvoir dan Fort McNair, fasilitas pendukung Angkatan laut di Dahlgren, Virginia pada hari Senin, 26 Maret 2018 pagi.

    Paket misterius berisi bahan peledak ditemukan di Universias Pertahanan Nasional di Fort McNair di Washington DC pada hari Senin, 26 Maret 2017 pukul 8.30 pagi.

    Sementara jenis paket misterius yang dikirim ke CIA dan fasilitas militer AS lainnya tidak dijelaskan.

    Baca: CIA Gagalkan Teror ISIS, Putin Telepon Trump: Terima kasih

    Juru bicara Kementerian Pertahanan AS, Letnan Kolonel Michelle Baldanza mengatakan pihaknya sudah mengamankan situasi dan sedang melakukan investigasi.

    "Kami menjajaki pengiriman paket mencurigakan ke beberapa fasilitas miltier di wilayah ibukota negara. Peristiwa ini sedang diselidiki dan kami merujuk pada penyelidikan menyeluruh FBI," kata Baldanza.

    Selain paket misterius, Vox juga melaporkan tentang surat elektronik misterius yang dikirim ke Joint Base Anacostia-Bolling di Washington DC. CIA, pusat pemrosesan surat elektronik CIA, Gedung Putih dan Markas Angkatan Laut Dahlgren di Virginia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.