Kemenlu Libatkan Generasi Milenial Sosialisasikan ASEM

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julang Pujianto, Direktur Amerika 2 Kementerian Luar Negeri, membuka ASEM Day, Selasa, 26 Maret 2018 di Universitas Bina Nusantara. ASEM Day ditujukan untuk menarik partisipasi kalangan muda saling berinteraksi antar negara mitra-mitra ASEM. TEMPO/Suci Sekarwati

    Julang Pujianto, Direktur Amerika 2 Kementerian Luar Negeri, membuka ASEM Day, Selasa, 26 Maret 2018 di Universitas Bina Nusantara. ASEM Day ditujukan untuk menarik partisipasi kalangan muda saling berinteraksi antar negara mitra-mitra ASEM. TEMPO/Suci Sekarwati

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Indonesia atau Kemenlu mendorong partisipasi generasi milenial untuk saling berinteraksi dan berkreativitas dengan mitra-mitra Indonesia di Asia dan Eropa yang tergabung dalam kerja sama ASEM. Hubungan ekonomi dan budaya dengan negara-negara anggota ASEM yang baik, akan berdampak positif pada stabilitas politik. 

    “Dengan stabilitas ekonomi yang mapan, maka sektor ekonomi ini akan berkembang. Sebaliknya, kalau hubungan politik goyah, ekonomi akan terganggu,” kata Julang Pujianto, Direktur Amerika II, Kementerian Luar Negeri, kepada Tempo, Senin, 26 Maret 2018 usai pembukaan acara ASEM Day di Universitas Bina Nusantara, Jakarta.

    Baca: Susi Pudjiastuti Minta Generasi Milenial Jadi Ahli Kelautan 

    Pembukaan ASEM Day, Selasa, 26 Maret 2018 di Kampus Bina Nusantara.TEMPO/Suci Sekarwati

    Baca : Gerindra: Calon Wakil Presiden Prabowo Harus Generasi Milenial

    Menurut Julang, total nilai ekonomi ke-53 mitra ASEM setara dengan 60 persen total perdagangan dan GDP dunia, dimana potensi-potensi kerja sama baru bisa ditemukan oleh generasi milenial. Julang optimis generasi muda Indonesia bisa berkontribusi karena kelompok milenial Indonesia sangat positif, dinamis, pengguna internet aktif dan sangat tanggap dengan perkembangan dunia.

    “Generasi muda bisa berkontribusi di sektor budaya. Saya melihat, pemuda Indonesia banyak memenangkan Olimpiade matematika dan beberapa pertandingan bidang pendidikan lainnya tingkat internasional. Ini menunjukkan kita punya kelebihan, kita bukan bangsa yang tertinggal. Kita maju. Saya pun yakin generasi muda Indonesia cukup unggul di antara negara-negara dunia dan ASEAN lainnya,” kata Julang. 

    ASEM Day, yang dilangsungkan pada 26 Maret 2018, diselenggarakan di Universitas Bina Nusantara. Di kampus ini ada sekitar 130 mahasiswa internasional. Sebelumnya pada 2017, ASEM Day oleh Kemenlu diselenggarakan di Universitas Indonesia. Penyelenggaraan ASEM Day saban tahun ditujukan untuk menggalang interaksi di kalangan milenial anggota ASEM dan mensosialiasaikan forum ASEM kepada kalangan muda dari dua kawasan, yakni Asia dan Eropa.

    ASEM atau Asia-Europe-Meeting adalah forum yang dibentuk untuk membicarakan masalah-masalah di dua benua, yakni Eropa dan Asia. Sekarang ini, ASEM memiliki 53 mitra, yang terdiri dari 51 negara dan 2 organisasi kawasan.     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.