Jumat, 14 Desember 2018

Carles Puigdemont Ditangkap, Ribuan Orang di Spanyol Protes

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Catalonia, Carles Puigdemont. AP Photo

    Presiden Catalonia, Carles Puigdemont. AP Photo

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan orang membawa bendera sparatis Catalan turun ke jalan di Barcelona, Spanyol, pada Ahad, 25 Maret 2018, setelah polisi Jerman menangkap Carles Puigdemont. Demikian laporan kantor berita AFP seperti dikutip Ahram, Senin, 26 Maret 2018.

    Mereka serempak meneriakkan yel-yel "Puigdemont Presiden Kami". Selanjutnya mereka bergerak menuju boulevard utama kota, Las Ramblas, untuk menyampaikan sikapnya di kantor Komisi Eropa di ibu kota Catalan.

    Baca: 450 ribu Warga Catalonia Unjuk Rasa Menentang Spanyol

    Catalonia menuntut merdeka dari Spanyol. Dua kali referendum diadakan untuk memastikan tuntutan warga Catalonia merdeka dari Spanyol. Referendum pertama digelar atas inisiatif pemimpin daerah otonomi Catalonia, Carles Puigdemont pada 1 Oktober 2017. (Jeff J Mitchell/Getty Images)

    "Eropa ini memalukan!" teriak mereka dari luar gedung Komisi Eropa.

    Polisi Jerman menahan Puigdemont pada Ahad kemarin setelah menerima permintaan penangkapan resmi Spanyol menyusul kedatangannya dengan mobil dari Denmark.

    Mahkamah Agung Spanyol pada Jumat, 23 Maret 2018, mengatakan akan mengeksekusi 13 pemberontak sparatis Catalan termasuk Puigdemont karena berperan menyatakan keluar dari Spanyol untuk mendirikan negara meredeka.

    Jika terbukti bersalah, jelas Mahkamah Agung, dia akan dipenjara selama 30 tahun. Sedangkan 12 lainnya hanya mendapatkan tuntutan ringan.Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy (tengah), disambut setelah pidato di Senat di Madrid, Spanyol, 27 Oktober 2017. Ia mengajukan banding ke Senat negara tersebut untuk memberikan wewenang khusus untuk membubarkan pemerintah daerah Catalonia. Paul White/AP

    "Apa yang mereka lakukan hari ini benar-benar tidak proporsional, kita diperlakukan seperti penjahat karena menginginkan kemerdekaan," kata Rosa Vela, seorang guru berusia 60 tahun, kepada AFP di lokasi unjuk rasa.

    Baca: Rakyat Catalonia Tak Gentar Diultimatum Spanyol

    Puigdemont meninggalkan Spanyol menuju Belgia setelah parlemen Catalan pada 27 Oktober 2017 mendeklarasikan kemerdekaan. Dalam perjalanannya ke sejumlah negara di Eropa, dia berharap mendapatkan dukungan internasional setelah mendeklarasikan kemerdekaan Catalonia, salah satu kawasan terkaya di Spanyol.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Antikorupsi Partai Politik Diragukan

    Partai-partai mengklaim berkomitmen antikorupsi melawan korupsi setelah para petingginya ditangkap KPK. Berikut empat di antaranya....