Paus Fransiskus Serukan Kaum Muda Tetap Meneriakkan Suara Hati

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus berbaring di ata slantai sambil berdoa selama Perayaan Sengsara Tuhan, bagian dari Pekas Suci Paskah di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 14 April 2017. REUTERS

    Paus Fransiskus berbaring di ata slantai sambil berdoa selama Perayaan Sengsara Tuhan, bagian dari Pekas Suci Paskah di Basilika Santo Petrus di Vatikan, 14 April 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta -Paus Fransiskus menyerukan agar kaum muda di seluruh dunia tetap meneriakkan suara hati mereka dan tidak membolehkan generasi lebih tua membungkam suara mereka atau melumpuhkan idealisme mereka. Pemimpin umat Katolik dunia itu menyerukan hal itu saat memimpin ibadah Minggu Palma untuk memperingati awal penderitaan Yesus Kristus di hadapan puluhan ribu umat yang berkumpul di halaman Santo Petrus, Vatikan, Minggu, 25 Maret 2018.

    Paus Fransiskus meminta kaum muda agar menolak dirinya dimanipulasi.

    Baca:Paus Fransiskus Minta Maaf pada PSK Korban Kejahatan Umat Katolik 

    "Godaan untuk membungkam orang muda selalu ada. Ada banyak cara membungkam orang-orang muda dan membuat mereka tidak terlihat. Banyak cara untuk melumpuhkan mereka, membuat mereka tetap diam, tidak bertanya, tidak menjawab. Banyak cara menenangkan mereka, untuk menjauhkan keterlibatan mereka, membuat mimpi mereka hambar, suram dan menyedihkan," kata Paus Fransiskus, seperti dikutip dari Reuters.

    "Kaum muda, anda berteriaklah. Itu keputusan anda untuk tidak diam. Bahkan sekalipun yang lain tetap diam, andai orang lebih tua dan para pemimpin korup tetap diam, andai seluruh bumi tetap diam dan kehilangan kegembiraannya, saya minta: maukah anda berteriak?"

    Ribuan anak muda yang mendengarkan permintaan Paus Fransiskus langsung berteriak: YES!

    Paus Fransiskus menerima hadiah saat pertemuan spesial untuk merayakan ulang tahunnya ke-81 di Paul VI hall, Vatican, 18 Desember 2017. Osservatore Romano/Handout via Reuters

    Baca: Paus Fransiskus Serukan Gencatan Senjata Secepatnya di Suriah

    Paus Fransiskus mengeluarkan pernyataan itu bertepatan dengan unjuk rasa puluhan ribu anak muda Amerika dan para pendukung mereka untuk menuntut pengetatan penggunaan senjata api.

    Mereka memprotes penggunaan senjata api secara serampangan hingga menimbulkan sejumlah kasus pembunuhan massal dengan penggunaan senjata api di antaranya di satu sekolah di Florida, Amerika Serikat .

    Paus berusia 81 tahun sudah sering mengecam penggunaan senjata dan produksi senjata api yang membahayakan keselamatan manusia.

    Baca: Ke Cile, Paus Fransiskus Ingatkan Dunia di Ambang Perang Nuklir

    Perayaan ibadah Minggu Palma merupakan perayaan suci umat Kristen mengenang Yesus Kristus disambut para pengikutnya dengan melambai-lambaikan daun palma saat memasuki Yerusalem dan mengeluknya sebagai penyelamat dunia.

    Ini dikenang sebagai pekan awal penderitaan Yesus hingga ia dibunuh dan disalib pada hari Jumat dan bangkit pada Minggu yang dikenal sebagai Paskah.

    Paus Fransiskus dikenal sosok yang sangat dekat dengan kaum muda dan peduli pada masalah-masalah kaum muda di dunia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.