Cina Latihan Siaga Perang di Laut Cina Selatan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Media online sputnik, 7 Februari 2018, menulis bahwa Cina mengirim jet tempur Su-35 dengan kesiapan tempur untuk ikut dalam patroli di Laut Cina Selatan. Untuk pertama kalinya Cina mengumumkan penempatan pesawat tempur canggih yang dibeli dari Rusia. Cina membeli pesawat Su-35 sebanyak 24 unit. Sputnik/Anton Denisov

    Media online sputnik, 7 Februari 2018, menulis bahwa Cina mengirim jet tempur Su-35 dengan kesiapan tempur untuk ikut dalam patroli di Laut Cina Selatan. Untuk pertama kalinya Cina mengumumkan penempatan pesawat tempur canggih yang dibeli dari Rusia. Cina membeli pesawat Su-35 sebanyak 24 unit. Sputnik/Anton Denisov

    TEMPO.CO, Jakarta -Angkatan udara Cina kembali mengadakan latihan di Laut Cina Selatan yang disengketakan dan di Pasifik Barat dengan terbang di atas pulau-pulau selatan Jepang. Latihan ini disebut sebagai persiapan terbaik untuk menghadapi situasi perang.

    Dalam sebuah pernyataan pada Minggu, 25 Maret 2018, Angkatan Udara Cina mengatakan jet pengebom H-6K, Su-30, Su-35 bersama dengan beberapa jet tempur lainnya melakukan patroli tempur di atas Laut Cina Selatan dan di Pasifik Barat setelah melewati Selat Miyako, yang terletak di antara dua pulau Jepang selatan.

    Baca: Kapal Penghancur Amerika Datang, Cina Meradang

    "Mengirimkan jet tempur Su-35 ke Laut Cina Selatan bertujuan untuk membantu meningkatkan kemampuan angkatan udara untuk bertempur di laut," demikian pernyataan angkatan udara Cina di akun media sosialnya.

    Pernyataan tersebut menambahkan bahwa terbang melintasi Selat Miyako, terletak di timur laut pulau Taiwan yang diklaim Cina sebagai miliknya, sesuai dengan hukum dan praktik internasional.

    Baca: Tiga Alasan Cina Berambisi Kuasai Laut Cina Selatan  

    "Latihan Angkatan Udara adalah latihan untuk perang di masa depan dan merupakan persiapan langsung untuk pertempuran," katanya, seperti dilansir Reuters pada 25 Maret 2018.

    Sejauh ini belum ada tanggapan baik dari Jepang maupun Taiwan serta negara-negara lainnya terkait latihan perang Cina tersebut.

    Pengumuman Cina berlatih siaga perang muncul sehari setelah kapal perang USS Mustin terlihat dalam jarak 12 mil laut dari Mischief Reef di Kepulauan Spratly, Laut Cina Selatan.

    Baca: Dunia Fokus ke Korea Utara, Cina Sibuk Perluas Laut Cina Selatan

    Meskipun Washington tidak memiliki klaim di Laut Cina Selatan yang kaya sumber daya alam itu, Angkatan Laut AS sering melakukan operasi 'Freedom of Navigation' di wilayah tersebut. Cina berulang kali mengecam kehadiran AS sebagai ancaman terhadap kepentingan teritorialnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.