Selasa, 23 Oktober 2018

Ini Tanggapan Apple Soal Pencurian Data Pengguna Facebook

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Facebook dan Facebook Messenger. fastweb.it

    Facebook dan Facebook Messenger. fastweb.it

    TEMPO.CO, Jakarta - CEO Apple, Tim Cook mendukung gagasan perusahaan-perusahaan teknologi mendapatkan regulasi yang spesifik, terkait bagaimana mereka seharusnya menggunakan data kostumer. Apple telah lama dikenal sangat menjaga privasi konsumennya dan pernyataanya itu terkait penyalahgunaan data pengguna Facebook

    “Saya rasa kondisi saat ini telah sangat mengerikan dan besar sehingga perlu dibuat aturan yang sangat baik. Kemampuan seseorang untuk mengetahui apa yang saja yang Anda browsing selama bertahun-tahun, siapa saja yang Anda hubungi, siapa saja kontak mereka, hal yang Anda suka dan tidak suka serta hal paling pribadi dalam hidup Anda, itu semua tidak seharusnya ada,” kata Cook, yang tidak merinci pernyataannya.  

    Baca: Saham Turun karena Penyalahgunaan Data, Facebook Digugat Investor

    Tim Cook. (REUTERS)

    Baca: Terkait Trump, Inggris -- Facebook Bakal Investigasi Cambridge?

    Seperti di kutip dari www.theverge.com pada Minggu, 25 Maret 2018, Cook ingin menggarisbawahi pentingnya bagi para pembuat kebijakan untuk menangani hal ini. Pernyataan itu dilontarkan Cook dalam ajang China Development Forum di Beijing, Sabtu, 24 Maret 2018, ketika ditanya pandangannya apa yang akan terjadi setelah kasus hukum yang dialami Facebook mencuat. 

    Kontroversi Cambridge Analytica telah menggiring masyarakat untuk mengevaluasi kembali pengaturan akun Facebook mereka. Tidak sedikit dari para pengguna Facebook terkejut menemukan volume aplikasi pihak ketiga, yang telah mengakses akun mereka dan data-data pribadi. Beberapa pengguna Facebook mungkin tidak mengetahu sejauh mana Facebook telah membangun gambaran apa yang disukai para pengguna dan detail lain dengan menarik data history mereka dalam Facebook.  

    Facebook menjadi sorotan menyusul mencuatnya dugaan tindak pencurian data oleh Cambridge Analytica, sebuah perusahaan data berbasis di London, Inggris yang telah dengan leluasa mengakses data hampir 50 juta pengguna Facebook. Cambridge Analytica diketahui pernah bekerja untuk tim kampanye Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan referendum Brexit.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Laporan Sementara Dampak Gempa Palu per 20 Oktober 2018

    Laporan sementara dampak Gempa Palu per daerah tingkat II pasca gempa dan tsunami Sulawesi tengah di lima sektor sampai 20 Oktober 2018.