Konflik Kekayaan Intelektual, Cina Bersiap Hadapi Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    Presiden Cina, Xi Jinping dan Presiden AS, Donald Trump. REUTERS

    TEMPO.COBeijing – Hubungan pemerintah Cina dan Amerika Serikat semakin menegang terkait masalah kekayaan intelektual pasca pengenaan tarif impor dari Cina oleh AS sebanyak Rp827 triliun pada Kamis lalu.

    Wakil Perdana Menteri Cina, Liu He, menelpon Menteri Keuangan, Steve Mnuchin, pada Sabtu, 23 Maret 2018 dan menyampaikan Cina akan mempertahankan kepentingannya.

    Baca: Kapal Penghancur Amerika Datang, Cina Meradang

     

    “Cina telah bersiap dan memiliki kekuatan untuk mempertahankan kepentingan nasionalnya,” kata Liu seperti dilansir media Cina, Xinhua, sambil mengharapkan hubungan bisnis kedua negara bisa berlangsung stabil.

    Baca: Perang Dagang, Cina Tuding Amerika Pelanggar Aturan WTO

     

    Cina mengkritik investigasi Amerika atas dugaan pelanggaran hak kekayaan intelektual oleh para pengusaha dari Negeri Tirai Bambu. Seperti dilansir Reuters, Menurut Cina, investigasi itu melanggar aturan perdagangan.

    Percakapan telepon Liu, yang merupakan lulusan Harvard, dan Mnuchin ini merupakan hubungan tertinggi antara kedua pemerintahan sejak pengenaan tarif impor oleh Presiden Donald Trump.

    Amerika menyelidiki kemungkinan adanya penyalahgunaan kekayaan intelektual negara itu. Investigasi ini telah berlangsung selama delapan bulan dengan dasar Seksi 301 dari UU Perdagangan AS Tahun 1974.

    Trump juga mendesak Cina untuk mencukur surplus perdagangan sebanyak US$375 miliar atau sekitar Rp5,170 triliun dan dikurangi US$100 miliar atau sekitar Rp1.380 triliun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.