ISIS Sandera warga di Supermarket dan Tembaki Polisi di Prancis

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Milisi ISIS menembaki polisi dan menyandera orang di dalam supermarket di kota Trebes, Prancis, Jumat, 23 Maret 2018. [REUTERS]

    Milisi ISIS menembaki polisi dan menyandera orang di dalam supermarket di kota Trebes, Prancis, Jumat, 23 Maret 2018. [REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pria ia dilaporkan menembaki polisi di Carcassonne, selatan Prancis sebelum melakukan penyanderaan di supermarket Super U di kota Trebes. Media setempat melaporkan penembakan dan penyanderaan itu diduga dilakukan seorang pria jaringan teroris ISIS.

    Baca: ISIS Klaim di Balik Serangan Teror di Paris  

    Kementerian Dalam Negeri Prancis, membenarkan terjadinya penembakan dan penyanderaan tersebut. Polisi dan aparat keamanan Prancis sudah berada di lokasi.

    Namun Kementerian Dalam Negeri Prancis tidak merinci tentang aksi teroris tersebut.

    Radio Europe 1 melaporkan seorang pelaku menyandera beberapa orang di dalam supermarket. Trebes berlokasi di pertengahan antara Toulouse dan Montpellier. 

    Baca: Perdana Menteri Perancis: ISIS Akan Kembali Serang Eropa

    Polisi UNSA melalui akun Twitter menjelaskan, seorang pelaku telah menembak empat petugas polisi di wilayah Carcassone, satu di antaranya terluka.  Beberapa pelaku dilaporkan mengaku jaringan ISIS. 

    Peristiwa teror ini merupakan yang pertama kali terjadi semasa pemerintahan presiden Emmanuel Macron. 

    Prancis baru saja mencabut status darurat pada Oktober tahun lalu setelah teror berdarah di Paris. Teror terakhir yang menghantam Prancis terjadi pada Juli 2016 oleh seorang pria yang mengendarai truk menabrak orang-orang yang sedang merayakan Bastille Day. Teror milisi ISIS ini menewaskan 84 orang. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.