Bekas Presiden Korea Selatan Lee Diduga Terima Suap dari Samsung

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak meletakkan sekuntum bunga sebagai ungkapan belasungkawa saat upacara pemakaman Kim Young-Sam di Seoul National University Hospital, Seoul, Korea Selatan, 22 November 2015. Getty Images

    Mantan presiden Korea Selatan Lee Myung-Bak meletakkan sekuntum bunga sebagai ungkapan belasungkawa saat upacara pemakaman Kim Young-Sam di Seoul National University Hospital, Seoul, Korea Selatan, 22 November 2015. Getty Images

    TEMPO.CO, Seoul -- Bekas Presiden Korea Selatan, Lee Myung-bak, ditangkap setelah ditemukan bukti kuat telah menerima uang suap dari konglomerasi Samsung, yang merupakan perusahaan elektronik terbesar dunia.

    "Pengadilan setuju mengeluarkan surat penahanan Lee delapan hari setelah dia diinterogasi oleh para penyelidik terkait dugaan menerima uap, penggelapan dana, dan mengumpulkan uang secara ilegal," begitu dilansir media Chosun Ilbo, Jumat, 23 Maret 2018. Belum ada tanggapan dari Samsung Grup mengenai ini.

    Baca: Terima Suap Intelejen Korea Selatan, Eks Presiden Lee Ditangkap

    Menurut media ini, hakim Park Beom-seok dari Pengadilan Distrik Seoul Pusat, mengeluarkan surat penangkapan Lee ini karena ada risiko penghilangan barang bukti. Lee, 76 tahun, diduga menerima uang suap bernilai ratusan miliaran rupiah dari Samsung Grup.

    Baca: Eks Presiden Wanita Pertama Korea Selatan Terancam 30 Tahun Penjara

    Bekas Presiden Korea Selatan, Lee Myung Bak, menjadi Presiden keempat negeri ginseng yang ditangkap karena diduga terlibat kasus korupsi uang negara. Yonhap
    "Lee didakwa menerima uang suap sebanyak 11 miliar won (Rp139,5 miliar) untuk biaya penasehat hukum ke sebuah kantor pengacara," begitu dilansir Chosun Ilbo.

    Menurut media ini, uang suap itu terkait jasa hukum dari kantor pengacara di Amerika Serikat untuk mengurus kasus yang melibatkan perusahaan otomotif DAS. Perusahaan otomotif ini diduga milik Lee namun diatasnamakan adik lelakinya.

    Selain itu, Lee juga diduga menggelapkan uang perusahaan DAS sebanyak 34,8 miliar won atau sekitar Rp441,3 miliar.

    Namun, menurut media resmis Yonhap, Lee juga menerima uang suap dari berbagai pihak lainnya seperti lembaga intelijen Korea Selatan dan pengusaha tertentu.

    Lee diduga menerima uang suap sebanyak US$10,2 juta atau sekitar Rp140,1 miliar dari lembaga intelejen Korea Selatan. Belum jelas apa tujuan pemberian uang suap dari lembaga intelijen Korea Selatan itu. Menurut media Yonhap, jika terbukti bersalah, Lee bisa dikenai hukuman hingga 45 tahun penjara di Korea Selatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.