Indonesia-Afrika Forum, Menarik Peluang Ekonomi Baru

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, kiri, dan Daniel Simanjuntak, Direktur Afrika Kemenlu, kanan, memberikan keterangan pers mengenai pelaksanaan Indonesia-Afrika Forum atau IAF di pada 10 April dan 11 April di Bali. TEMPO/Suci Sekarwati

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, kiri, dan Daniel Simanjuntak, Direktur Afrika Kemenlu, kanan, memberikan keterangan pers mengenai pelaksanaan Indonesia-Afrika Forum atau IAF di pada 10 April dan 11 April di Bali. TEMPO/Suci Sekarwati

    TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia akan menyelenggarakan Indonesia – Afrika Forum atau IAF pada 10 April-11 April 2018 di Nusa Dua Bali. Perwakilan dari 53 negara Afrika akan menghadiri forum tersebut. Hanya Sudan Selatan yang tidak hadir karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara tersebut.

    Baca: Pengusaha RI-Afrika Selatan Tingkatkan Kerjasama Ini

     

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, kiri, dan Daniel Simanjuntak, Direktur Afrika Kemenlu, kanan, memberikan keterangan pers mengenai pelaksanaan Indonesia-Afrika Forum atau IAF di pada 10 April dan 11 April di Bali. TEMPO/Suci Sekarwati 

    Menurut Daniel T.S. Simanjuntak, Direktur Afrika Kementerian Luar Negeri, penyelenggaraan forum ini  akan melibatkan KADIN. Diperkirakan sekitar 550 peserta, baik dari Indonesia dan Afrika akan hadir dalam forum ini.

    Baca: Indonesia-Afrika Tingkatkan Kerjasama Energi dan Industri   

    Fokus dari IAF adalah peningkatan hubungan ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara Afrika. Melalui forum ini diharapkan pula akan ada kesepakatan bisnis di bidang konstruksi, infrastruktur dan keamanan energi. IAF akan menjadi contoh baru dalam kontek hubungan Indonesia dengan Afrika.

    “Kami coba mendorong bahwa di tengah dunia yang protektif, Indonesia menunjukkan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan itu sangat mungkin. Kita juga berharap IAF akan menjadi forum yang bukan haya membahas soal investasi, tetapi juga tarif yang tinggi negara-negara di Afrika, yang  mencapai 30 persen sampai 40 persen. Ini tinggi sekali tapi kami ingin menunjukkan bahwa dengan adanya penurunan tarif akan ada peningaktan volume perdagangan. Ini yang kami sasar dari acara ini. Ini yang coba kita lakukan,” kata Daniel, Kamis, 22 Maret 2018, di Jakarta.

    IAF diharapkan pula bisa mengidentifikasi tantangan. Salah satu tantangan terbesar Indonesia dengan Afrika adalah pandangan masyarakat terhadap Afrika, yang masih perlu diperbaiki. 

    Sementara itu, Juru Bicara Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir, mengatakan IAF adalah pertemuan gabungan antara swasta dan pemerintah. Walhasil forum ini bukan semacam pertemuan bisnis saja tetapi akan ada pertemuan antar pemerintah. Rencananya akan ada kesempatan saling tukar pengalaman, termasuk pembahasan mengenai bagaimana suatu industri dikembangkan dan kerja sama pembangunan. 

    Setali tiga uang dengan Daniel, Arrmanatha pun berharap akan ada berbagai kesepakatan bisnis dalam IAF mengingat Indonesia mendorong adanya keikutsertaan sektor bisnis, baik dari Afrika maupun dari Indonesia dalam forum ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.