Pro Lingkungan, Starbucks Bikin Sayembara Cangkir Rp 138 Miliar

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada April 2011, Starbucks memperkenalkan inovasi berupa aplikasi Mobile Pour. Melalui software ini, penggemar kopi Starbucks bisa memesan secangkir minuman kesukaan mereka dan langsung diantar oleh barista dengan mengendarai scooter. Starbucks.com

    Pada April 2011, Starbucks memperkenalkan inovasi berupa aplikasi Mobile Pour. Melalui software ini, penggemar kopi Starbucks bisa memesan secangkir minuman kesukaan mereka dan langsung diantar oleh barista dengan mengendarai scooter. Starbucks.com

    TEMPO.CO, New York - Perusahaan kedai kopi global, Starbucks, menawarkan hadiah senilai US$10 juta atau sekitar Rp137,5 miliar kepada masyarakat yang memiliki ide brilian mengenai desain cangkir terbaru yang ramah lingkungan.

    "Perusahaan mengumumkan untuk mencari desain cangkir yang mudah didaur ulang," begitu dilansir media CNN, Selasa, 20 Maret 2018.

    Baca: Starbucks Bakal Buka Gerai Pertama di Italia, Apa Kata Warga?

     

    Untuk proyek ini, Starbucks menggandeng sebuah perusahaan daur ulang bernama Closed Loop Partners. Menurut CNN, ada 600 miliar cangkir seperti ini diproduksi dan didistribusikan ke berbagai negara. Starbucks berkontribusi sebanyak 6 miliar cangkir.

    "Cangkir kopi menjadi mimpi buruk bagi lingkungan," begitu dilansir CNN. Mayoritas cangkir dibuat dengan bahan semacam kardus, yang dilapisi plastik tipis. Ini membuat minuman terasa tetap hangat dan cangkir tidak bocor. Namun, desain cangkir seperti ini sulit didaur ulang. Butuh 20 tahun bagi alam untuk menyerap cangkir ini.

    Baca: Bos Starbucks Kantongi Gaji Rp 15 Miliar per Bulan

     

    "Kami selalu punya agenda dampak sosial selama ini," kata CEO Starbucks, Kevin Johnson, kepada CNN pada Rabu, 21 Maret 2018 waktu setempat.

    Awalnya, Starbuck pernah membuat target bisa menggunakan ulang cangkirnya sebanyak 100 persen pada 2015. Namun ini tidak terjadi. Saat ini, hanya 10 persen cangkir Starbucks yang bisa didaur ulang, terutama di perkotaan yang memiliki fasilitas ini.

    "Tidak ada yang merasa puas dengan progres industri yang terlalu remeh ini. Tidak cukup cepat," kata Colleen Chapman, wakil presiden Starbucks untuk dampak sosial.

    Menurut media USA Today, manajemen Starbucks ingin melibatkan sebanyak mungkin ilmuwan, inovator dan pemikir untuk mendesain cangkir yang mudah menjadi kompos seusai dipakai sehingga bisa diserap alam dengan cepat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.