U Myint Swe, Presiden Sementara Myanmar

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden baru Myanmar Htin Kyaw (kiri), berjabat tangan dengan presiden sebelumnya Thein Sein, dalama acara serah terima jabatan di Naypyitaw, Myanmar, 30 Maret 2016. Htin Kyaw menjadi pemimpin sipil pertama yang dipilih selama lebih dari 50 tahun. Nyein Chan Naing/Pool Image via AP

    Presiden baru Myanmar Htin Kyaw (kiri), berjabat tangan dengan presiden sebelumnya Thein Sein, dalama acara serah terima jabatan di Naypyitaw, Myanmar, 30 Maret 2016. Htin Kyaw menjadi pemimpin sipil pertama yang dipilih selama lebih dari 50 tahun. Nyein Chan Naing/Pool Image via AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Myanmar U Myint Swe ditunjuk menjadi Presiden Myanmar sementara menyusul pengunduran diri Presiden U Htin Kyaw karena alasan kesehatan pada Rabu, 21 Maret 2018. Sesuai dengan konstitusi, Swe akan menjabat hingga terpilihnya presiden Myanmar yang baru. 

    Seperti dikutip Xinhua pada Rabu, 21 Maret 2018, di bawah konstitusi Myamar, posisi presiden akan diisi dalam waktu 7 hari melalui parlemen. Partai Liga Nasional Demokrasi atau NLD, yang dipimpin oleh peraih Nobel bidang perdamainan, Aung San Suu Kyi, memenangkan pemilu 2015 dan pada Maret 2016 menunjuk U Htin Kyaw, 72 tahun sebagai presiden.

    Baca: Terus Ditekan, Myanmar Bakal Investigasi Kekerasan Atas Rohingya

    Wakil Presiden Myanmar, U Myint Swe. REUTERS

    Baca: Ingin Bebas Tugas, Presiden Myanmar Mundur

    Sebelum terjun ke politik, Swe, 70 tahun, adalah seorang seniman, fotografer dan penulis. Karir politiknya dimulai saat dia masuk Akademi Pertahanan Myanmar, Pyin Ooo Lwin. Setelah lulus, dia menduduki berbagai posisi di tubuh militer. Pada 2010, dia dipercaya menjadi kepala Hubungan masyarakat dan Departemen informasi di Komite Pengembangan kota Yangon. Pada saat yang sama, dia pun merangkap jabatan sebagai Kepala stasiun radio City FM. 

    Dengan jabatan tersebut, Swe lalu membuat program radio bernama Hello!, yang mengundang para ahli untuk menjawab pertanyaan yang dikirimkan para pendengar. Bukan hanya itu, dia juga mendirikan surat kabar The Monitor. 

    Pada Oktober 2010, Swe nekad menggelar sebuah acara diskusi mengenai kebebasan pers. Dia mengatakan, tidak ada negara di dunia ini yang memiliki kebebasan pers mutlak. Sepak terjang dan keberanian Swe itu, selanjutnya mulai dilirik oleh masyarakat dan politisi Myanmar hingga dia dipercaya untuk menjadi wakil presiden Myanmar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.