Kecelakaan Bus di Filipina, 19 Penumpang Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kecelakaan bus di Filipina. [Photos: Michael Mulingbayan]

    Kecelakaan bus di Filipina. [Photos: Michael Mulingbayan]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah bus mengalami kecelakaan di Filipina tengah pada Rabu, 21 Maret 2018, mengakibatkan 19 penumpang tewas dan 21 lainnya luka-luka.

    Menurut laporan Channel News Asia, moda angkutan ini sedianya menuju Ibu Kota Manila namun tergelincir ketika meniti jalan di sebuah pegunungan di Pulau Mindoro pada Selasa, 20 Maret 2018.

    Baca: Bus Vs Van, 21 Orang Tewas di Filipina

    Sejumlah korban meninggal diletakkan di dekat bus yang mengalami kecelakaan setelah terjatuh dari atas jalan layang dan menimpa sebuah mobil van di Manila, Filipina, Senin (16/12). REUTERS/Romeo Ranoco

    Juru bicara kepolisian setempat, Imelda Tolentino, mengatakan, tim penyelamat yang tiba di lokasi berusaha menarik keluar korban tewas dan cedera di dalam kendaraan yang terjun ke jurang di hutan lebat.

    "Polisi sedang menginvestigasi mengapa pengemudi lepas kendali. Tetapi ada kemungkinan kecelakaan ini akibat masalah mesin atau sopir tertidur," kata Tolentino.Sejumlah regu penyelamat membawa jenazah salah satu korban kecelakaan bus penumpang yang terjatuh dari jalan layang, Senin (16/12), di Manila, Filipina. AP/Bullit Marquez

    Kecelakaan yang memakan korban ini berlangsung di dekat Kota Sablayan, sekitar 195 kilometer sebelah selatan Ibu Kota Manila. Kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di Filipina akibat perawatan bus yang buruk dan sopir tidak berpengalaman.

    Baca: Bus Masuk Jurang di Filipina, 13 Tewas

    Pada 2010, sebanyak 41 orang tewas termasuk lima warga negara asing ketika sebuah bus penumpang masuk ke dalam jurang di sebelah utara Filipina. Adapun pada April tahun lalu, 31 orang nyawanya melayang akibat kecelakaan bus di negara ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.