Bom Paku Meledak di Depot FedEx Texas Amerika

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. (Unay Sunardi/TEMPO)

    Ilustrasi. (Unay Sunardi/TEMPO)

    TEMPO.CO, Austin - Sebuah bom meledak di depot FedEx di luar kota San Antonio dan kemungkinan terkait dengan serangkaian ledakan bom di Austin, Texas, Amerika Serikat, sebelumnya.

    Ledakan ini terjadi di fasilitas kurir FedEx di daerah Schertz pada Selasa pagi, 20 Maret 2018, waktu setempat.

    Baca: Amerika Serikat: New York Diguncang Ledakan Bom Pipa

    Media NY Daily News melansir petugas FBI mengatakan paket bom kiriman itu mengandung paku dan ditujukan ke Austin.

    "Seorang karyawan dirawat karena luka ringan akibat ledakan," begitu pernyataan dari manajemen FedEx seperti dilansir media Los Angeles Times, Selasa, 20 Maret.

    Baca: Amerika 2 Kali Uji Coba Bom Nuklir yang Diklaim Paling Berbahaya

    Agen Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms, and Explosives, Nicole Strong, mengatakan bom yang meledak di Schertz ini kemungkinan bagian dari rangkaian bom yang meledak di Austin, sejak beberapa pekan terakhir.

    "Ada kemungkinan itu, kami tidak mengabaikannya. Kami semua ada di lokasi seperti FBI dan ATF. Kami masih investigasi," kata Strong.

    Ada empat bom yang meledak sebelumnya di daerah Austin, Texas, Amerika. Tiga bom dikirim ke rumah penduduk. Bom keempat meledak melukai dua orang pesepeda karena melintasi kawat yang tersambung ke bom itu. "Polisi menyebut bom keempat itu menunjukkan adanya kecanggihan pelaku," begitu dilansir LA Times.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.