Kedutaan Besar Turki di Denmark Diserang Bom Molotov

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kedutaan Besar Turki di Denmaark Diserang Bom Molotov

    Kedutaan Besar Turki di Denmaark Diserang Bom Molotov

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedutaan Besar Turki di Kopenhagen, Denmark, diserang dengan bom molotov berdaya ledak rendah. Beruntung tidak ada yang terluka dalam serangan yang terjadi pada Senin dinihari, 19 Maret 2018, tersebut.

    Serangan itu ditargetkan ke Kedutaan Turki di dekat perbatasan Hellerup, Kopenhagen.

    Baca: Bom Mobil Diledakkan di Markas Polisi Turki, 9 Orang Tewas 

    Seperti dilansir The Local pada Senin, sedikitnya dua orang terlihat melarikan diri dari tempat kejadian setelah serangan itu.

    “Kami telah menerima laporan bahwa bom molotov dilemparkan ke kedutaan. Kerusakan kecil terjadi gedung itu,” kata petugas polisi Kopenhagen, Henrik Moll.

    Moll menambahkan, anggota polisi dalam jumlah besar dikerahkan ke Kedutaan Turki untuk menemukan petunjuk mengenai identitas pelaku.

    Baca: Bandara Istanbul Diserang, Diduga Ulah Pengebom Bunuh Diri

    "Petugas patroli melihat setidaknya dua orang melarikan diri dari tempat kejadian," kata Moll. Dia juga menyebut polisi tidak memiliki deskripsi tentang tersangka.

    Seorang polisi patroli di daerah tersebut tidak berusaha mengejar para tersangka, tapi berfokus memadamkan api di gedung kedutaan.

    Baca: Teror Bom di Turki Sepanjang 2016

    Moll mengatakan kedutaan kosong dan tidak ada saksi serangan selain patroli polisi.

    Arah ke mana para tersangka pelempar bom molotov ke Kedutaan Turki di Kopenhagen itu melarikan diri juga tidak diketahui. Diduga para tersangka menuju stasiun Svanemollen terdekat. Aparat telah menghentikan sementara layanan kereta api antara Stasiun Osterup dan Hellerup demi kepentingan investigasi polisi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.