Anak Anjing Mirip Manusia Hebohkan Netizen di Amerika Serikat

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yogi, anak anjing lucu mirip manusia

    Yogi, anak anjing lucu mirip manusia

    TEMPO.CO, Jakarta - Seekor anak anjing berusia 1 tahun dari Massachusetts, Amerika Serikat, membuat heboh dunia maya karena  wajahnya mirip manusia.

    Anak anjing itu bernama Yogi yang memiliki mata, mulut dan alis yang bentuknya mirip struktur wajah manusia. Bentuknya tersebut membuat banyak orang berpikir itu hasil editan, namun sesunguhnya itu adalah asli.

    Baca: Anjing Ini Selamatkan Balita dari Suhu Minus 21  

    Yogi telah menjadi sensasi Internet dalam beberapa minggu terakhir setelah seorang teman memposting fotonya di Reddit. Foto Yogi pertama kali diunggah oleh teman sang pemilik anak anjing Ia mencoba meyakinkan sang pemilik anak anjing bahwa hewan peliharaannya tidak terlihat seperti anjing. 

    Seekor anak anjing berusia 1 tahun dari Massachusetts, Amerika Serikat, membuat heboh dunia maya karena  wajahnya mirip manusia.

    "Dia adalah anak anjing yang paling menyenangkan. Dia selalu ingin bermain bola atau menggosok perutnya," kata Chantal Desjardins, 27 tahun, pemilik anak anjing itu.

    Baca: Kisah Anjing Setia Menunggu Tuannya di Rumah Sakit di Brasil

    Yogi lahir dari hasil perkawinan silang antara anjing ras Shih Tzu dan pudel yang membuat matanya dan rahang tampak sangat mirip manusia.

    Seperti dilansir The Sun, pengguna Twitter bahkan membandingkan gambar Yogi dengan aktor Hollywood terkenal seperti Nicholas Cage, Zach Galifianakis, Ed Sheeran dan Leonardo DiCaprio.

    Beberapa menit kemudian setelah diposting, para netizen terkejut menyaksikan wajah anjing jantan itu. Banyak orang menduga foto Yogi diproduksi dengan program face swap, tapi Desjardins bersumpah itu asli.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.