Intelijen Jerman: Roket Korea Utara Dapat Menjangkau Eropa

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ole Diehl. [Foto: Krber-Stiftung/Nicole Graether]

    Ole Diehl. [Foto: Krber-Stiftung/Nicole Graether]

    TEMPO.CO, Jakarta - Roket Korea Utara saat ini dapat dilengkapi senjata nuklir dan sanggup menjangkau wilayah Jerman dan Eropa tengah. Menurut laporan koran Bild am Sonntag, keterangan tersebut disampaikan pejabat tinggi Dinas Intelijen Asing Jerman (BND) di depan anggota parlemen pekan ini.

    Wakil Direktur BND, Ole Diehl, mengatakan hal itu kepada anggota parlemen Jerman dalam sebuah pertemuan tertutup. Namun Bild am Sonntag mendapatkan bocoran dari salah seorang anggota parlemen yang ikut pertemuan dengan Diehl.

    Baca: Terapkan Sanksi, Jerman Larang Korea Utara Sewakan Kedutaannya

    Thumbnail Senjata Nuklir Korea Utara

    Pada saat yang sama, Diehl mengatakan, badan intelijen Jerman memandang bahwa pertemuan antara Korea Utara dan Korea Selatan menunjukkan tanda positif. "BND tak memberikan komentar kepada media soal pertemuan dengan parlemen Jerman," tulis Channel News Asia, Ahad, 18 Maret 2018.

    Salah seorang diplomat senior Korea Utara bertolak menuju Finlandia, Ahad ini. Menurut laporan kantor berita Yonhaps, keberangkatannya itu untuk bertemu dengan delegasi dari Amerika Serikat dan Korea Utara.

    Baca: 49 Negara Langgar Sanksi PBB terkait Senjata Nuklir Korea Utara

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan peringatan keras kepada Korea Utara terkait uji coba senjata nuklir dan rudal balistik. AFP/AFPTV

    Hingga saat ini, Korea Utara tetap melanjutkan program pengembangan senjata nuklir meskipun Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi berisi pelarangan pembuatan senjata nuklir. Akibat pelanggaran tersebut, PBB menetapkan sanksi tambahan. "Korea Utara diam-diam mengembangkan senjata nuklir yang sanggup menjangkau wilayah Amerika Serikat."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.