Arab Saudi Simpan Dana di Bank Central Yaman Rp 28 Triliun

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita mengangkat peluncur granat roket saat mengikuti aksi dukungan terhadap kelompok Houthi yang berjuang melawan pasukan pemerintah Yaman, di Sanaa, Yaman, 13 Januari 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    Seorang wanita mengangkat peluncur granat roket saat mengikuti aksi dukungan terhadap kelompok Houthi yang berjuang melawan pasukan pemerintah Yaman, di Sanaa, Yaman, 13 Januari 2017. REUTERS/Khaled Abdullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Arab Saudi sepakat menempatkan dana di Bank Central Yaman senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 28 triliun. "Kesepakatan Arab Saudi itu dituangkan dalam perjanjian yang diteken di Riyadh dengan Bank Central Yaman," demikian ditulis Saudi Press Agency, kemarin.

    Laporan Middle East Monitor menyebutkan kesepakatan itu ditandatangani Menteri Keuangan Arab Saudi, Mohammed al-Jadaan, dan Gubernur Bank Central Yaman Mansour Zemam di tengah meredupnya keuangan Yaman, yang terancam terbelah akibat perang saudara.

    Baca: Yaman: Arab Saudi Melakukan Aksi Terhadap Iran

    Sejumlah jenazah korban tewas tergeletak di halaman rumah sakit usai serangan udara di Saada, Yaman, 1 November 2017. Serangan udara Arab Saudi menghancurkan sebuah pasar yang berdampingan dengan hotel. REUTERS/Naif Rahma

    Saat ini, Yaman dihantam perang saudara, yang melibatkan gerakan Houthi dukungan Iran, yang menguasai wilayah utara dengan ibu kota Sana dan selatan berbasis di Aden, yang disokong Arab Saudi.

    Seusai penandatanganan, Al-Jadaan mengatakan kepada media bahwa dukungan yang diberikan Arab Saudi dapat memperkuat keuangan dan ekonomi Republik Yaman, khususnya mata uang riyal Yaman. "Hal itu akan berdampak positif bagi rakyat Yaman," kata Al-Jadaan kepada wartawan di Riyadh.

    Selain menempatkan dana triliunan rupiah, Arab Saudi menegaskan negaranya tetap melanjutkan dukungan terhadap pemerintah Yaman serta memberikan bantuan demi stabilitas dan keamanan Yaman.

    Sejumlah orang melintas dekat reruntuhan bangunan hotel yang hancur setelah serangan udara Arab Saudi di Arhab, Yaman, 23 Agustus 2017. Serangan udara koalisi Arab Saudi kerap menargetkan bangunan atau lokasi yang menjadi tempat berkumpulnya pemberontak Houthi. REUTERS/Khaled Abdullah

    Riyadh memimpin koalisi negara-negara Arab melancarkan serangan udara ke Yaman pada Maret 2015 guna mengembalikan pemerintahan yang mendapatkan pengakuan internasional Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi. Dia terusir dari Ibu Kota pada 2014 oleh militan Houthi dan milisi sekutu bekas Presiden Ali Abdullah Saleh.

    Baca: Berbalik Dukung Saudi, Eks Presiden Yaman Tewas Ditembak Houthi

    Saleh memutuskan hubungan dengan Houthi pada 2 Desember 2017. Dia tewas dibunuh kelompok ini dua hari kemudian. Lebih dari dua juta warga Yaman membutuhkan bantuan kemanusiaan. Sedikitnya 14 juta warga Yaman bermasalah dengan kesehatan atau sulit mendapatkan air bersih.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.