Jasad TKI Ditemukan dalam Lemari di Malaysia

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi penemuan mayat/pembunuhan. Shuttertock

    Ilustrasi penemuan mayat/pembunuhan. Shuttertock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pembunuhan TKI kembali terjadi di Malaysia. Kali ini menimpa seorang TKI yang diduga dari Kota Medan, Sumatera Utara, yang jasadnya ditemukan di dalam lemari. 

    Pengungkapan peristiwa ini bermula ketika jasad TKI bernama Santi Restauli Simbolan ditemukan di sebuah lemari di rumah kontrakan di Flat Green Garden, Kota Air Itam, Negara Bagian Penang, Malaysia.

    Baca: Karikatur Sindir TKI Muncul di Media Malaysia

    Penemuan jasad wanita 25 tahun itu terjadi pada Selasa, 13 Maret 2018, sekitar pukul 22.00 waktu setempat di rumah kontrakan yang diketahui milik kekasihnya.

    Kepala Kepolisian Distrik Timur Laut Anuar Omar mengatakan rumah kontrakan tersebut dihuni tiga orang Nepal. Ketiganya dan korban bekerja di pabrik yang sama di Bayan Lepas.

    Jasad Santi ditemukan ketika teman sekamar mendobrak pintu ruangan yang terkunci itu setelah mencium bau busuk.

    Baca: Indonesia Minta Negara ASEAN Lindungi Pekerja Migran

    "Dua pria itu mendobrak pintu kamar saat mereka mencium bau busuk dari kamar dua hari yang lalu. Berdasarkan kondisi tubuh, korban diyakini telah meninggal empat hari lalu," ucap Anuar, seperti dikutip dari Malaysia Insight pada 15 Maret 2018.

    Menurut saksi mata, korban yang tinggal di lantai 17 flat yang sama terlihat di rumah kontrakan pacarnya pada Jumat pekan lalu dan tidak terlihat meninggalkan ruangan itu sesudahnya.

    Baca: Polisi Malaysia Tangkap Pemerkosa TKI  

    Anuar menjelaskan, pacar Santi yang identitasnya telah diidentifikasi kini dalam pengejaran setelah terakhir terlihat di rumahnya pada Sabtu pekan lalu. Polisi menduga motif pembunuhan tersebut adalah cemburu.

    Sejauh ini, polisi telah menangkap dua tersangka dalam kasus pembunuhan TKI itu, masing-masing berusia 22 dan 23 tahun. Sedangkan jasad korban telah dikirim ke Rumah Sakit Penang untuk divisum.

    MALAYSIA INSIGHT | THE STAR | BERNAMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.