Pangeran Arab Saudi Bunuh Diri Menolak Diusir dari Inggris?

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangeran Arab Saudi Tewas Bunuh Diri di Bandara London

    Pangeran Arab Saudi Tewas Bunuh Diri di Bandara London

    TEMPO.CO, Jakarta -  Beredar kabar kematian Pangeran Arab Saudi Bandar bin khalid bin Abdulaziz Al Saud disebabkan aksi bunuh diri di bandara London, Inggris, pada hari Senin, 12 Maret 2018.

    Seperti dilaporkan www.en.humanrights-iran.ir ( http://en.humanrights-iran.ir/news-24997.aspx ), pangeran Bandar melakukan aksi bunuh diri saat aparat keamanan Inggris mendeportasinya ke negaranya. 

    Baca: Arab Saudi Didesak Usut Penyiksaan Terhadap Pangeran di Tahanan

    Berdasarkan rekaman video yang ditayangkan di YouTube ( https://www.youtube.com/watch?v=x72PM1c5uKA) tampak seorang lelaki keluar dari satu ruang di lantai atas lalu meloncar dari balkon dan jatuh ke lantai dengan disaksikan orang-orang yang melintas.

    Sebelum meloncat, pria yang diduga pangeran Bandar dihampiri beberapa orang petugas dan mereka mulai berdebat. Beberapa saat kemudian, ia terlihat gelisah dan dia berlari ke pagar balkon sebelum nekat menjatuhkan dirinya. Sebelum mendarat di lantai, tubuhnya  terbentur pada sebuah birai.

    Video rekaman ditayangkan pada 14 Maret 2018 dan disaksikan 2870 hingga pagi ini, 15 Maret.

    Para netizen menyatakan duka atas tewasnya pangeran Bandar bin Khalid.

    "Tidak ada kekuatan kecuali Tuhan Yang Maha Esa memberkati dia dan memaafkannya," ujar seorang netizen yang akunnya diberi nama Amina Eissa.

    Baca: Raja Salman Perintahkan Bentuk Departemen Investigasi Korupsi

    Namun ada beberapa komenter mengatakan video itu bukan tentang pangeran Bandar.

    Menurut laporan free Republik, (http://www.freerepublic.com/focus/f-news/3639437/posts), pemerintah Inggris mengusir pangeran Bandar dan bermaksud mendeportasinya ke Saudi. 

    Gulf Business, Selasa, 13 Maret 2018 melaporkan, Kerajaan Arab resmi mengumumkan tentang pangeran Bandar meninggal pada hari Senin, 12 Maret 2018.

    Sejumlah pemimpin negara-negara Arab menyampaikan duka seperti presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan menyampaikan duka atas kematian pangeran Bandar kepada Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.

    Ucapan duka juga disampaikan Perdana Menteri dan Berkuasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum dan Putra Mahkota Dubai, Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

    Pemerintah Saudi belum menjawab kabar kematian pangeran Bandar yang diduga bunuh diri karena mau dideportasi keluar dari Inggris.

    Saudi hanya mengumumkan secara resmi bahwa pangeran Bandar meninggal dan dimakamkan tanggal 13 Maret 2018 .

    Baca: Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Inggris, Bicara Investasi 

    Menurut Morocco World News, pangeran tersebut meninggal pada 12 Maret 2018  di usia 52 tahun. Namun tidak dijelaskan mengenai penyebab kematiannya.

    Pangeran Bandar merupakan pengusaha yang memegang jabatan di beberapa organisasi. Aktivitas bisnisnya yang paling terkenal adalah Al Watan di Arab Saudi, surat kabar harian yang terkenal dengan pandangan progresifnya.

    Bandar bin Khalid juga sebagai Ketua dewan direksi Assir Foundation untuk penerbitan dan percetakan, yang diterbitkan oleh Al Watan. Dia memimpin Investments Enterprises, perusahaan induk dengan anak perusahaan di berbagai sektor.

    Tidak jelas mengapa pengusaha Arab Saudi itu dideportasi dari Inggris. Insiden itu terjadi beberapa hari setelah Putera Mahkota Mohammad Bin Salman mengunjungi Inggris untuk melakukan beberapa kesepakatan bisnis, termasuk membeli armada militer.

    KHALLEJ TIMES|MOROCCO WORLD NEWS|AXAR NEWS | GULF BUSINESS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.