Minggu, 21 Oktober 2018

Singapura Hukum Pemerkosa Ibu Kandung 16 Tahun Penjara

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengadilan(pixabay.com)

    Ilustrasi pengadilan(pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Singapura, Rabu, 14 Februari 2018, menjatuhkan hukuman 16 tahun penjara dan 18 kali pukulan tongkat terhadap seorang pria 34 tahun setelah dia terbukti memperkosa ibu kandungnya.

    "Pria ini sangat sadis menyerang, memukuli dan memperkosa ibu yang membesarkannya selama 30 tahun," kata Sharmila Sripathy-Shanaz, Wakil Kepala Kejaksaan Agung, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu.

    Baca: Gadis Korban Pemerkosaan India Meninggal

    Ilustrasi perkosaan. prameyanews7.com

    Insiden perkosaan itu terjadi pada 2013. Setelah menjalani masa persidangan 18 hari selama dua tahun, selanjutnya Pengadilan Tinggi menjatuhkan vonis atas tiga kejahatan yang dilakukan yakni perkosaan, pelecehan seksual dan penganiayaan berat.

    Sebelumnya, jaksa menuntut pengadilan agar menghukum pelaku dengan hukuman selama 18 tahun penjara dan pukulan tongkat sebanyak 19 kali lantaran kekejaman yang dilakukan terhadap ibunya sendiri.

    Seorang psikiater yang dihadirkan dalam persidangan mengatakan, perempuan yang usianya 50-an itu sangat menderita menyusul pengalaman traumatis akibat perkosaan tersebut.Ilustrasi perkosaan. tehelka.com

    Laporan Channel News Asia menyebutkan, tragedi perkosaan itu berlangsung pada 4 Oktober 2013. Ketika itu, jam dinding menunjuk pukul 02.30 dini hari waktu setempat. Perempuan yang tidak disebutkan namanya itu berada di dalam rumah sendiri, sementara anak begundal menyelinap untuk memperkosanya dua kali yang didahului dengan penyiksaan.

    Baca: TKI yang Diperkosa Pernah Bekerja di Singapura

    "Aksi brutal itu berhenti setelah ibunya minta pelaku menghentikan aksi bejatnya."

    Untuk kasus perkosaan di Singapura, seorang pria dapat dihukum lebih dari 20 tahun dan pukulan tongkat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hak Asasi Binatang Diperingati untuk Melindungi Hewan

    Hak Asasi Binatang, yang diperingati setiap 15 Oktober, diperingati demi melindungi hewan yang sering dieksploitasi secara berlebihan, bahkan disiksa.