Senin, 18 Juni 2018

Cegah Boikot Pemilu, Mesir Hadiahkan 500 Orang Umrah Gratis

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi berfoto bersama dengan sejumlah wisatawan saat berada di bandara Laut Merah di kota Sharm al-Sheikh, Mesir, 11 November 2015. REUTERS/The Egyptian Presidency/Handout via Reuters

    Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi berfoto bersama dengan sejumlah wisatawan saat berada di bandara Laut Merah di kota Sharm al-Sheikh, Mesir, 11 November 2015. REUTERS/The Egyptian Presidency/Handout via Reuters

    TEMPO.CO, JakartaMesir menghadiahkan ibadah umrah gratis kepada 500 orang yang bersedia memberikan suaranya dalam pemilu untuk memilih presiden akhir Maret ini. Umrah gratis ditujukan untuk mencegah ajakan boikot pemilihan presiden dari kelompok oposisi. 

    Biaya umrah gratis dibiayai sejumlah pengusaha setempat yang dsebut berinisiatif untuk mendanainya. Pemenang akan dipilih secara acak untuk mendapatkan hadiah umrah gratis tersebut, seperti dikutip dari Middle East Monitor, 12 Maret 2018.

    Baca: Penyebab Mantan Jenderal Mesir Ditangkap Setelah Maju Pilpres

    Seruan boikot muncul karena sejumlah kandidat presiden yang akan maju dalam pemilihan untuk bertarung dengan inkumben Presiden Abdel Fattah al-Sisi dipaksa mundur bahkan dipenjara.

    Kandidat yang dipaksa mundur di antaranya Ahmed Shafik, mantan perdana menteri di masa presiden Husni Mubarak; Letnan Jenderal Sami Anan, Kepala Staf Angkatan Darat Mesir yang dicopot oleh mantan presiden Mohammad Morsi tahun 2012; dan Kolonel Ahmed Konsowa. Anan dan Konsowa dijebloskan ke penjara atas tuduhan pelanggaran peraturan militer.

    Baca: Sisi Bersumpah Mundur Jika Kalah Dalam Pemilihan Presiden

    Adapun Sadat, keponakan mantan presiden Anwar Sadat yang tewas dibunuh tahun 1981, menarik diri dari pencalonan presiden Mesir setelah menghadapi banyak hambatan di antaranya penolakan sejumlah hotel untuk dirinya melakukan kampanye dan media pemerintah menyerangnya.

    "Ini demokrasi terkendali. Ini bukan demokrasi yang kita cari atau harapkan," kata Sadat, seperti dikutip dari Washington Post, 11 Maret 2018.

    Satu-satunya kandidat presiden pesaing al- Sisi adalah Ketua partai Ghad dan pendukung Sisi, Moussa Mostafa Moussa. Ia disebut sebagai boneka al-Sisi. 

    Baca: Agar Tetap Berkuasa, Presiden Mesir Sisi Mau Ubah Konstitusi

    Di sejumlah tempat di Cairo, ibukota Mesir, billboard pemilihan memajang wajah al-Sisi dengan tulisan dalam bahasa Arab di bawah gambarnya: Yalla Sissi, Go Sissi.

    Al-sisi maju dalam pemilihan presiden Mesir untuk kedua kalinya tanpa pesaing berat. Hampir tidak ditemukan billboard calon presiden lainnya meramaikan pemilihan presiden di Cairo.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 10 Negara Teraman di Dunia. Indonesia Salah Satunya

    Lembaga survei Gallup baru saja merilis survei negara teraman di dunia. Indonesia masuk sepuluh besar.