Senin, 18 Juni 2018

Pakar HAM PBB Sebut Facebook Sebarkan Kebencian pada Rohingya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Biksu Ashin Wirathu, diduga sebagai dalang kerusuhan dan pembantaian muslim rohingya. Paula Bronstein/Getty Images

    Biksu Ashin Wirathu, diduga sebagai dalang kerusuhan dan pembantaian muslim rohingya. Paula Bronstein/Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar HAM PBB mengatakan, Facebook telah ikut berperan menyebarkan kebencian pada kasus pembersihan etnis Rohingya di Myanmar.

    Kepala Misi Pencarian Fakta Internasional PBB yang menyelidiki dugaan kejahatan genosida terhadap Muslim Rohingya , Marzuki Darusman mengatakan bahwa media sosial memainkan peran penting dalam bencana kemanusiaan di Myanmar.

    Baca: Pengguna Muda Diprediksi Meninggalkan Facebook, Ini Penyebabnya

    "Media sosial jelas merupakan kontributor terhadap kekacauan dan konflik di masyarakat pada akhir-akhir ini. Melihat situasi di Myanmar, media sosial Facebook dan Facebook adalah media sosial," katanya.

    Penyidik PBB lainnya, Yanghee Lee mengatakan,  Facebook menjadi bagian dari kehidupan publik, sipil dan swasta, dan pemerintah menggunakannya untuk menyebarkan informasi kepada publik. Semuanya dilakukan melalui Facebook di Myanmar. Saya khawatir Facebook sekarang berubah menjadi binatang buas, dan bukan seperti semula," kata Yanghee Lee seperti dilansir ABC Online pada 13 Maret 2018.

    Baca: Cara Ashin Wirathu Sebarkan Kebencian terhadap Muslim Rohingya  

    Sebagai contoh yang paling menonjol dalam kasus ini adalah pesan kebencian dari biksu nasionalis garis keras Myanmar, Wirathu. Dia telah dihukum untuk tidak berkotbah dan mengunggah sesuatu di media sosial selama setahun, setelah beberapa kirimannnya kerap menyuarakan kebencian pada Islam.

    Lebih dari 650.000 Muslim Rohingya telah meninggalkan negara bagian Rakhine Myanmar ke Bangladesh sejak serangan pemberontak memicu sebuah tindakan keras dari pihak keamanan pada Agustus tahun lalu. Banyak yang telah memberikan kesaksian mengerikan tentang eksekusi dan pemerkosaan oleh pasukan keamanan Myanmar.

    Baca: Benci Rohingya: Ashin Wirathu Punya 3 Pidato Radikal

    Facebook belum menanggapi pernyataan Badan HAM PBB tersebut. Namun Facebook sudah berkomitmen untuk menghapus perkataan yang mendorong kebencian di Myanmar dan mengeliminasi pemilik akun yang kerap mengirim pesan kebencian.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Ini 10 Negara Teraman di Dunia. Indonesia Salah Satunya

    Lembaga survei Gallup baru saja merilis survei negara teraman di dunia. Indonesia masuk sepuluh besar.