Kebakaran Hutan di India, 9 Pendaki Gunung Tewas

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hutan terbakar di India. [CNN]

    Hutan terbakar di India. [CNN]

    TEMPO.CO, Jakarta - Sembilan pendaki gunung tewas setelah mereka terperangkap kebakaran hutan di selatan India, Ahad, 11 Maret 2018. Menurut keterangan polisi India kepada wartawan, seperti dikutip CNN, api mulai membakar hutan pada Ahad petang waktu setempat di selatan negara bagian Tamil Nadu.

    "Api bergerak sangat cepat menyapu semua bagian melalui kawasan Bukit Kurangani, daerah tujuan wisata populer di India," kata polisi kepada CNN, Senin, 12 Maret 2018.

    Baca: Bayi India Ditemukan Terkubur di Dalam Hutan

    Hutan di India. [Hindustan Times]

    Pejabat senior kepolisian setempat, V. Baskaran, mengatakan kebakaran hutan tersebut juga menyebabkan sekitar 39 orang, yang semuanya berasal dari keluarga lokal, terperangkap api. "Empat pria, empat wanita, dan seorang gadis kecil tewas terkena sambaran api. Secara keseluruhan hutan aman," ujarnya.

    Usaha penyelamatan dimulai pada Ahad dan didukung Angkatan Udara India dan Manajemen Bencana Alam serta dua helikopter untuk mengevakuasi para korban.

    Penggundulan hutan di India. [www.nature.com]

    Sejumlah pejabat di India membenarkan kabar bahwa 27 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk menerima perawatan setelah mereka luka-luka akibat terbakar. "Dua orang dalam kondisi kritis dilarikan ke rumah sakit khusus dekat Kota Madurai," ucap R. Sedhu, pejabat kepolisian setempat.

    Baca: Masalah Lingkungan, Pemerintah India Digugat Bocah 9 Tahun

    Bukit Kurangani berada di Distrik Theni, yang berbatasan dengan kawasan cagar alam dan taman nasional India. Daerah ini menjadi tujuan favorit bagi para pendaki gunung dan wisatawan petualangan internasional. Saat kebakaran, berbagai kelompok pendaki gunung sedang melakukan kegiatan di kawasan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.