Rabu, 19 Desember 2018

Warga Israel Bakar Masjid di Daerah Pendudukan Palestina

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fawzi al-Juniiri, seorang warga Palestina berusia 16 tahun yang ditahan, ditahan oleh sekelompok tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat, 7 Desember 2017. dailysabah.com

    Fawzi al-Juniiri, seorang warga Palestina berusia 16 tahun yang ditahan, ditahan oleh sekelompok tentara Israel di kota Hebron, Tepi Barat, 7 Desember 2017. dailysabah.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok warga Israel yang tinggal di daerah pendudukan menyerang warga Palestia di Desa Al-Tiwani, Tepi Barat, dan membakar masjid desa.

    Sejumlah warga lokal dari Al-Tiwani yang terletak di Bukit Hebron Selatan, mengatakan kepada Ma'an, sekelompok penyerang itu berjumlah 30 orang.

    Baca: Israel Bunuh Pemuda Palestina di Pos Penjagaan Tepi Barat

    Hamzeh Youssif Zamaare, remaja Palestina tewas ditembak pasukan Israel di Hebron [Ma’an News Agency]

    "Mereka berasal dari daerah pendudukan Maon dan Havat Maon tiba-tiba menyerang desa di bawah perlindungan tentara Israel," kata warga seperti dikutip Middle East Monitor.

    Para penyerbu tersebut, tulis Middle East Monitor, melempari batu warga Palestina dan kediaman mereka, serta membakar masjid desa. "Tetapi langkah mereka dihentikan pendudukan setempat."

    Salah seorang warga Desa Al-Tiwani, Jumaa Ribai, mengatakan kepada Ma'an, para penyerang itu juga menghancurkan mobil dan melempari batu rumahnya kemarin.Kota Hebron. REUTERS/Ammar Awad

    "Sekarang mereka mengulang aksinya dengan menyerang desa dan rumah warga," kata Ribai.

    Baca: Israel Tahan 120 Warga Palestina di Tepi Barat dan Yerusalem Timur

    Sekitar 500 ribu hingga 600 ribu kaum Yahudi tinggal di daerah pendudukan di Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Aksi Israel ini melanggar hukum internasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.