Malaysia Tuding Media Asing Sebar Berita Palsu Skandal 1MDB

Sebuah kapal pesiar mewah bernama "Equanimity" terlihat di pelabuhan Benoa di Bali, 28 Februari 2018. Indonesia telah menyita kapal pesiar mewah seluas 92 meter di pulau wisata Bali yang diinginkan oleh otoritas AS. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Multimedia Malaysia, Jailani Johari memperingatkan media asing untuk tidak menerbitkan berita palsu yang menghubungkan Perdana Menteri Najib Razak dengan skandal yang melibatkan uang negara 1 Malaysia Development Berhad atau 1MDB.

Menurut Johari, perampasan kapal pesiar mewah Equanimity yang diyakini dimiliki oleh pengusaha Low Taek Jho di Bali, telah digunakan media asing untuk menyebarkan berita palsu. Dan, itu telah menodai nama Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menjelang pemilihan umum mendatang.

Baca: Kapal Equanimity Disita, Mahatihr Desak Najib Soal Skandal 1MDB

"Kementerian telah mengidentifikasi beberapa portal berita asing yang mencoba menghidupkan kembali isu 1MDB setelah perampasan Equanimity. Termasuk The Wall Street Journal, The New York Times, The Economist, Australian Broadcasting Corporation, dan yang terbaru, MSNBC," kata Johari.

Peringatan tersebut datang saat pemerintah Malaysia sedang mempersiapkan undang-undang untuk memperkuat hukuman terkait penyebaran berita palsu.

Pemerintah Malaysia saat ini menggodok rancangan undang-undang yang di antaranya akan menghukum penyebar berita palsu dengan membayar denda hingga 500,000 ringgit dan 10 tahun di penjara.

Baca: Jho Low, Pengusaha Muda Malaysia di Pusaran Skandal 1MDB

"Ketika pemerintah mencoba untuk memerangi berita palsu di sini, isu-isu ini diajukan oleh sumber-sumber dari luar negeri. Kami percaya bahwa upaya ini dilakukan oleh beberapa pihak yang memiliki agenda politik dan berusaha untuk merusak nama baik perdana menteri menjelang pemilihan umum ke 14," kata Johari.

Seperti dilansir Straits Times pada 11 Maret 2018, dana 1MDB tengah diselidiki dengan tuduhan pencucian uang di setidaknya enam negara, termasuk Amerika Serikat, Swiss dan Singapura.

Baca: Skandal 1MDB, Indonesia Akan Serahkan Kapal Pesiar ke Amerika

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat menyebut bahwa dana senilai US $ 4,5 miliar atau Rp Rp 61,8 triliun, dicuri dari 1MDB yang didirikan oleh Najib, sebanyak  US $ 1,7 miliar di antaranya telah disalahgunakan untuk membeli beberapa aset. Najib telah membantahnya. 

Kementerian Kehakiman Amerika Serikat saat ini berusaha menyita aset-aset yang dibeli dari dana 1MDB. Kapal pesiar mewah Equaminity yang terdaftar di Kepulauan Cayman disita oleh pihak berwenang Indonesia di Bali dua minggu yang lalu atas permintaan penyidik Amerika Serikat. Namun Kepala polisi Malaysia mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara Low dan 1MDB.






Dr. Jason Leong Membedah Cara Bersepeda Om-Om di Malaysia

13 jam lalu

Dr. Jason Leong Membedah Cara Bersepeda Om-Om di Malaysia

Materi paling lucu dari dr. Jason Leong malam itu adalah pembahasan tentang om-om yang hobi bersepeda.


Top 3 Dunia: Wanita Indonesia Dituduh Rampok Restoran di Malaysia

14 jam lalu

Top 3 Dunia: Wanita Indonesia Dituduh Rampok Restoran di Malaysia

Berita Top 3 Dunia pada Senin 3 Oktober 2022 diawali oleh kabar seorang wanita Indonesia diyakini terlibat dalam perampokan di Malaysia


Wanita Indonesia Dituduh Ikut Merampok Restoran di Malaysia

1 hari lalu

Wanita Indonesia Dituduh Ikut Merampok Restoran di Malaysia

Polisi menangkap seorang wanita Indonesia yang dituduh ikut dalam perampokan restoran di Malaysia.


Ada 1,3 juta Tenaga Kerja Asing, Malaysia: Sudah Cukup

2 hari lalu

Ada 1,3 juta Tenaga Kerja Asing, Malaysia: Sudah Cukup

Kementerian Sumber Manusia (KSM) Malaysia menyebut ada 1,3 juta tenaga kerja asing saat ini ada di Malaysia


Sultan Sulu Minta Belanda Sita Aset, Malaysia: Petronas Bukan Milik Negara

3 hari lalu

Sultan Sulu Minta Belanda Sita Aset, Malaysia: Petronas Bukan Milik Negara

Pemerintah Malaysia menyatakan aset Petronas bukan milik pemerinta. Ahli waris Sultan Sulu meminta aset pemerintah Malaysia termasuk Petronas disita.


PM Malaysia Selidiki Mantan Jaksa Agung yang Tangani Kasus Korupsi Petinggi UMNO

3 hari lalu

PM Malaysia Selidiki Mantan Jaksa Agung yang Tangani Kasus Korupsi Petinggi UMNO

PM Malaysia memerintahkan penyelidikan atas kemungkinan pelanggaran oleh mantan jaksa agung yang menangani kasus korupsi beberapa anggota senior UMNO


UMNO Galang Mandat Lebih Besar, Pemilu Malaysia Digelar Tahun Ini

3 hari lalu

UMNO Galang Mandat Lebih Besar, Pemilu Malaysia Digelar Tahun Ini

UMNO, yang merupakan komponen terbesar dari koalisi berkuasa di Malaysia, setuju untuk mengadakan pemilihan umum tahun ini.


Top 3 Dunia: Pengakuan Putin, Sultan Sulu Versus Malaysia, dan Krisis Energi Jerman

3 hari lalu

Top 3 Dunia: Pengakuan Putin, Sultan Sulu Versus Malaysia, dan Krisis Energi Jerman

Berita Top 3 Dunia soal Putin akui kesalahan perekrutan wamil, Sultan Sulu gugat Malaysia, dan Jerman anggarkan Rp2,9 kuadriliun untuk krisis energi


Calon Dubes Malaysia di Jakarta Diplomat Karier

4 hari lalu

Calon Dubes Malaysia di Jakarta Diplomat Karier

Setelah penunjukan seorang politisi batal, Malaysia kemungkinan menunjuk diplomat karier sebagai dubesnya di Jakarta yang lowong sejak April lalu.


Keturunan Sultan Sulu Tuntut Malaysia Bayar Ganti Rugi Rp227 Triliun, Ini Masalahnya

4 hari lalu

Keturunan Sultan Sulu Tuntut Malaysia Bayar Ganti Rugi Rp227 Triliun, Ini Masalahnya

Ahli waris mendiang Sultan Sulu meminta pengadilan Belanda menyita aset Malaysia di Belanda untuk mengeksekusi putusan arbitrase senilai US$15 miliar