Cina Tuding Perang Dagang Trump Bencana bagi Ekonomi Dunia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump dan Penasihat ekonomi utama Gedung Putih Gary Cohn. businessinsider.com

    Presiden Donald Trump dan Penasihat ekonomi utama Gedung Putih Gary Cohn. businessinsider.com

    TEMPO.CO, Beijing -- Pemerintah Cina mewanti-wanti kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bakal memicu perang dagang dan membawa bencana bagi ekonomi dunia.

    Peringatan ini disampaikan Menteri Perdagangan Cina, Zhong Shan, menanggapi pengenaan tarif impor Amerika atas produk bajak sebanyak 25 persen dan aluminium sebanyak 10 persen. Kebijakan itu, menurut Zhong, bisa menggoncang pertumbuhan perekonomian global.

    Baca: Terisnpirasi Cina, Trump Usul Hukum Mati Pengedar Narkoba Amerika

     

    "Tidak ada pemenang dalam perang dagang. Itu hanya akan membawa bencana bagi Cina dan Amerika," kata Zhong di sela-sela acara parlemen Cina di Beijing, Ahad, 11 Maret 2018.

    Baca: Trump dan Kim Jong Un Bakal Bertemu, Bos CIA Bilang ...

     
     

    Presiden AS, Donald Trump berbincang dengan Presiden China, Xi Jinping saat menyambut kedatangannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, 6 April 2017. Pertemuan ini merupakan pertama kalinya dalam upaya memetakan haluan hubungan bilateral pada era baru antara AS dan China. REUTERS/Carlos Barria
    Namun, Zhong mengatakan Cina akan memproteksi kepentingan ekonominya secara penuh dan mampu meladeni semua tantangan. Dia mengatakan kedua negara harus bicara soal ini. "Tidak ada seorang pun yang menginginkan perang dagang. Setiap orang tahu perang ini membahayakan semua orang, tidak ada yang dapat keuntungan."

    Pengumuman kenaikan tarif ini pada pekan lalu meningkatkan kekhawatiran dunia internasional bahwa Trump semakin protektif. Sebelumnya, dia juga menaikkan tarif untuk produk seperti mesin cuci, yang banyak diimpor dari negara sekutu Amerika yaitu Korea Selatan.

    Menurut Reuters, Amerika merupakan importir baja terbesar dunia sebanyak sekitar 35 juta ton pada 2017. Sedangkan negara lain seperti Korea Selatan, Jepang, Cina dan India membeli 6,6 juta ton per tahun.

    "Sekarang pekerjaan untuk industri baja dan lainnya mulai kembali ke Amerika," kata Trump dalam acara kampanye Partai Republik di Pennsylvania pada Sabtu, 10 Maret 2018 waktu setempat.

    Uni Eropa mengancam akan membalas keputusan itu dengan menaikkan bea masuk untuk produk seperti jeans, dan motor Harley Davidson. Sedangkan Cina mengincar produk impor sorghum dari Amerika sebagai balasan.

    Cina menggunakan sorghum untuk pakan ternak dan membuat minuman keras.  Cina meminta Amerika membuka ekspor produk teknologi tinggi untuk mengurangi defisit perdagangan kedua negara yang mencapai sekitar US$400 miliar atau sekitar Rp520 triliun per tahun.

    Trump sendiri mengatakan bersedia memberikan pengecualian terhadap negara-negara sekutu dagang. Ini seperti Uni Eropa dan Jepang, yang mengencam keputusan kenaikan tarif impor baja dan alumunium itu. Namun, penasehat eknomi Trump, Gary Cohn, mengundurkan diri karena kebijakan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?