Petinggi PBB Minta Presiden Duterte Tes Kejiwaan, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (ki-ka) Foto Rodrigo Duterte setelah diangkat sebagai Wakil Wali Kota di kota Davao di Filipina Selatan, pada 1987. Duterte berpose dengan pistol mitraliur Uzi miliknya saat masih menjabat sebagai Wali Kota di Carmen, Distrik Baguio, kota Davao, Filipina Selatan, pada pertengahan 1990. REUTERS

    (ki-ka) Foto Rodrigo Duterte setelah diangkat sebagai Wakil Wali Kota di kota Davao di Filipina Selatan, pada 1987. Duterte berpose dengan pistol mitraliur Uzi miliknya saat masih menjabat sebagai Wali Kota di Carmen, Distrik Baguio, kota Davao, Filipina Selatan, pada pertengahan 1990. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, disarankan oleh Kepala HAM PBB, Zeid Ra'ad Al Hussein, untuk melakukan tes kejiwaan. Permintaan itu disampaikan karena Duterte beberapa kali meluncurkan kata-kata kotor dan pedas di depan publik.

    “Ini menunjukkan Presiden Filipina perlu mendaftarkan dirinya pada semacam evaluasi kejiwaan,” kata Zeid, Jumat, 9 Maret 2018 seperti dikutip dari situs Daily  Mail.

     Baca: Rodrigo Duterte: Tembak Saya jika Saya Jadi Diktator

      Zeid Ra'ad al-Hussein, Kepala HAM PBB, saat berpidato di Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, 26 Februari 2018. Reuters

    Zeid dan beberapa pejabat tinggi PBB untuk HAM telah memfokuskan perhatian pada kebijakan Duterte menggelar kampanye perang melawan narkoba, yang kontroversial.

    Kebijakan ini membuat polisi Filipina membunuh lebih dari empat ribu terduga pengedar, pecandu dan bandar narkoba. Akan tetapi PBB meyakini ada lebih dari delapan ribu orang yang tewas akibat extra judicial killing ini ini. Pembunuhan terhadap pelaku dan pengedar narkoba ini di gambarkan PBB sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan. 

    Baca: Filipina Umumkan Presiden Duterte Masih Hidup dan Sehat

    Utusan khusus PBB untuk pembunuhan ekstra-yudisial , Agnes Callamard, telah menjadi bulan-bulanan Duterte karena mengkritik keras kebijakan itu.   Zeid menyarankan Presiden Duterte melakukan tes kejiwaan juga mengacu pada pemberitaan media-media pada November 2017 bahwa Duterte telah mengancam akan menampar Callamard dan mengeluarkan kata-kata kotor padanya.

    Seperti dilansir ABC News, Zeid mengatakan serangan-serangan Duterte ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Dia mendesak Dewan HAM PBB mengambil sikap tegas terhadap Duterte.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.