Agen Rahasia Rusia Diracun, Inggris Kirim Pasukan ke Salisbury

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sergei Skripal. RTR/via Reuters TV

    Sergei Skripal. RTR/via Reuters TV

    TEMPO.CO, Jakarta -Inggris mengirimkan 100 anggota militer ke lokasi bekas agen rahasia Rusia diracun. Hubungan Inggris dan Rusia bisa retak.

    "Personel militer dikirimkan untuk menyediliki kasus racun saraf yang menghantam eks agen rahasia Rusia," kata polisi dan Kementerian Pertahanan kepada media sebagaimana dikutip Reuters, Jumat, 9 Maret 2018.

    Baca: Inggris: Bekas Agen Rahasia Rusia Sekarat Akibat Diracun

    Manten intelijen Rusia dan Inggris, Sergei Skripal sekarat terkena zat tak dikenal di Inggris [Independent.co.uk/AP]

    Reuters menulis, militer akan memindahkan kendaraan dan benda dari Salisbury di selatan Inggris, tempat Sergei Skripal, 66 tahun, dan putrinya Yulia, 33 tahun, ditemukan sekarang di luar pusat perbelanjaan.

    Kasus kematian Skripal, menurut pejabat Inggris, dapat memicu keretakan hubungan Inggris dan Rusia. Kolonel Skripal sebelumnya adalah seorang agen rahasia dari dari Badan Intelijen Militer Rusia, GRU.

    Dia dituding berkhianat terhadap puluhan agen rahasia Rusia untuk kepentingan dinas intelijen Inggris sebelum ditahan oleh otoritas Rusia pada 2004.Petugas kepolisian bejaga-jaga di jalan dekat tempat tinggal Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris, 7 Maret 2018. REUTERS/Toby Melville

    Dia dihukum penjara selama 13 tahun pada 2006 setelah melalui persidangan rahasia. Pada 2010, dia mendapatkan perlindungan di Inggris setelah ditukar dengan mata-mata Rusia yang tertangkap di bandara Wina, Austria.

    Baca: Rusia Menolak Terlibat di Insiden Racun Agen Rahasia di Inggris

    Menurut sumber keamanan Amerika Serikat yang tak bersedia disebutkan namanya, peristiwa yang menimpa Skripal tersebut kemungkinan melibatkan orang-orang Rusia yang membalas dendam karena Skripal dianggap berkhianat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.