Setelah Eks Intelijen Rusia, 21 Lainnya Juga Terpapar Racun Saraf

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Manten intelijen Rusia dan Inggris, Sergei Skripal sekarat terkena zat tak dikenal di Inggris [Independent.co.uk/AP]

    Manten intelijen Rusia dan Inggris, Sergei Skripal sekarat terkena zat tak dikenal di Inggris [Independent.co.uk/AP]

    TEMPO.CO, Jakarta - Racun saraf atau nerve agent yang digunakan untuk membunuh eks intelijen Rusia dan Inggris,  Sergei Skripal telah berdampak pada 21 orang lainnya.

    Seperti dilansir Euro News pada 8 Maret 2018, sedikitnya 21 orang termasuk polisi menjalani perawatan intensif setelah terkena efek racun saraf tersebut. Mereka yang terdampak adalah orang-orang yang berusaha menyelamatkan Skripal saat sekarat di bangku pusat perbelanjaan di Salisbury pada Ahad petang, 4 Maret 2018.

    Baca: TV Rusia Beritakan Kasus Eks Intelijen Diracun di Inggris

    "Total terdapat 21 orang yang dirawat sebagai akibat dari terkena dampak insiden racun saraf pada mata-mata mantan Rusia," kata Kier Pritchard, kepala polisi utama Wiltshire pada Kamis, 8 Maret 2018.

    Pritchard menambahkan, kini hanya 3 orang yang masih harus dirawat di rumah sakit dan yang lainnya telah diizinkan pulang.

    "Mereka kini menjalani proses perawatan di rumah sakit, menjalani tes darah serta lainnya hanya perlu mendapat dukungan dan saran," tambahnya.

    Petugas kepolisian bejaga-jaga di jalan dekat tempat tinggal Sergei Skripal dan putrinya di Salisbury, Inggris, 7 Maret 2018. REUTERS/Toby Melville

    Baca: Eks Agen Diracun, Intelijen Wanita Rusia Hapus Foto Makanan di IG

    Petugas polisi dan forensik sedang melakukan penyelidikan di rumah Skripal di Salisbury, kota abad pertengahan yang terkenal dengan katedralnya yang menjulang tinggi, terletak 145 kilometer barat daya London. Polisi juga menyelidiki sebuah pub dan restoran yang diyakini dikunjungi Skripal dan putrinya.

    Skripal, seorang mantan kolonel di dinas intelijen militer GRU Rusia, dihukum pada tahun 2006 karena memata-matai Rusia untuk Inggris. Dia dibebaskan pada tahun 2010 sebagai bagian dari pertukaran mata-mata dengan AS yang setuju untuk menyerahkan 10 anggota intelijen Rusia yang beroperasi di Amerika.

    Mereka yang mengenal mantan intelijen Rusia ini di Salisbury terkejut, menggambarkannya sebagai orang yang ramah dan ramah. Pemilik toko lokal yang sering dikunjungi Skripal menggambarkannya sebagai salah satu pelanggan favoritnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.