Skandal 1MDB, Indonesia Akan Serahkan Kapal Pesiar ke Amerika

Seperti dilansir Straits Times pada 28 Februari 2018, ada 34 awak yang berada di atas kapal pesiar mewah bernama Equanimity yang sandar di Teluk Benoa. AP

TEMPO.CO, Jakarta - Indonesia segera menyerahkan kapal pesiar mewah, Equanimity, yang disita di Bali pada Februari 2018 lalu ke otoritas berwenang Amerika Serikat. Otoritas Amerika Serikat mengincar aset-aset yang diduga dibeli dari uang yang ditilep dari lembaga investasi, 1Malaysia Development Berhad atau dikenal sebagai skandal 1MDB.     

“Kepolisian Indonesia dan Biro Federal Investigasi Amerika Serikat atau FBI telah mempersiapkan dokumen untuk serah-terima kapal,” kata Daniel Silitonga, Wakil direktur ekonomi dan tindak kejahatan khusus dari biro investigasi kejahatan Indonesia.

Baca: Mantan Menteri Malaysia Tahu Soal Kapal Pesiar Equanimity

Sebuah kapal pesiar mewah bernama "Equanimity" terlihat di pelabuhan Benoa di Bali, 28 Februari 2018. Indonesia telah menyita kapal pesiar mewah seluas 92 meter di pulau wisata Bali yang diinginkan oleh otoritas AS. AP

Seperti dikutip dari Reuters pada Kamis, 8 Maret 2018, beberapa otoritas berwenang telah menyita buku harian kapal dan penggeledahan yang dilakukan tidak menemukan uang di sana. Kepolisian Indonesia telah meminta keterangan kapten dan para awak kapal, namun tidak menemukan jejak terkait pencucian uang.  

Baca: FBI dan Polri Sita Kapal Pesiar Terkait Skandal 1MDB

Kapal pesiar Equanimity senilai US$.250 juta atau setara Rp.3,4 triliun dibeli oleh pengusaha kelas kakap asal Malaysia, Jho Low. Dia diduga kuat telah mengalihkan uang di 1MDB untuk membeli kapal pesiar mewah itu. Dugaan ini menjadikan Low sosok kunci investigasi oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat atau DOJ.

Keberadaan Low masih belum diketahui. Perusahaannya di Hong Kong belum mau memberikan keterangan kepada wartawan. Sumber yang mengaku sebagai juru bicara Low, seperti dikutip oleh media-media Malaysia pekan lalu mengatakan Low kecewa, tuduhan yang diarahkan padanya dalam skandal 1MDB penuh dengan muatan politik dan mencerminkan adanya kecacatan. Otoritas Amerika Serikat melanjutkan pola pelacakan, yang semuanya berdasarkan klaim-klaim yang tidak benar.          






Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

1 hari lalu

Uya Kuya Lebih Pilih Naik Pesawat Kelas Ekonomi ke Amerika: Biar Hemat

Uya Kuya memberikan jawaban menohok ketika disinggung soal naik pesawat kelas ekonomi setelah mengantar putrinya kuliah di Amerika.


Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

2 hari lalu

Reaksi Kimia Gas Air Mata, Ini yang Mungkin Dialami Korban Tragedi Kanjuruhan

Gas air mata adalah gas yang menyakitkan karena secara langsung mengaktivasi reseptor-reseptor saraf yang membuat kita bisa merasakan sakit.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

7 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

7 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

12 hari lalu

BI Perkirakan Ekonomi Global Tahun Depan Anjlok, Hanya Cina yang Cerah

BI memprediksi ekonomi global tahun depan turun jadi 2,7 persen, bahkan 2,6 persen.


50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

17 hari lalu

50 Tahun Korea Selatan-Indonesia: Solusi Sikapi Konflik AS-Cina di Indo-Pasifik

Hubungan Indonesia-Korea Selatan diprediksi kian erat di tengah ketegangan di kawasan Indo-Pasifik antara Amerika Serikat dan Cina.


Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

21 hari lalu

Pejabat di Amerika Minta Pemulangan Keluarga mantan Anggota ISIS Dipercepat

Pemulangan keluarga ISIS ke negara asalnya memakan waktu yang panjang, hingga empat tahun. Padahal kondisi kamp sudah tidak aman


Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Rudal AS di Jet Tempur Ukraina, Akun TNI AD Diretas

22 hari lalu

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Rudal AS di Jet Tempur Ukraina, Akun TNI AD Diretas

Topik tentang video menunjukkan Ukraina memasang rudal Amerika ke jet-jet tempur Mig mereka menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Hari Ini.


Ketika Elizabeth 'Ngeprank' Turis AS yang Tak Tahu Ratu Inggris

26 hari lalu

Ketika Elizabeth 'Ngeprank' Turis AS yang Tak Tahu Ratu Inggris

Ratu Elizabeth pernah bertemu seorang turis Amerika Serikat yang tidak mengenalinya dan malah bertanya apakah pernah bertemu pemimpin Inggris itu.


Rumah Detensi Imigrasi untuk Pelanggar Asing

26 hari lalu

Rumah Detensi Imigrasi untuk Pelanggar Asing

Rumah Detensi Imigrasi Amerika Serikat dinilai menjadi praktik yang tidak adil dan tidak manusiawi dalam memenjarakan imigran