Bocah Es Cina Dikeluarkan dari Sekolah, lho?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang bocah 8 tahun di Cina, tiba di sekolah dengan rambut yang tertutup embun beku dan membuat teman-teman sekelasnya tertawa.  channelnewsasia.com

    Seorang bocah 8 tahun di Cina, tiba di sekolah dengan rambut yang tertutup embun beku dan membuat teman-teman sekelasnya tertawa. channelnewsasia.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang bocah asal Cina, yang fotonya sempat viral karena rambut dan alisnya diselimuti salju, dikeluarkan dari sekolah swasta karena derasnya perhatian media massa.

    "Bocah es" Wang Fuman, 8 tahun, menjadi perhatian internasional pada Januari 2018 setelah fotonya menampilkan rambut dan alisnya diselimuti salju. Ini terjadi karena dia harus berjalan kaki sejauh 4,5 kilometer ke sekolah dalam suhu -9 derajat celsius.

    Baca:Demi Ujian, Bocah Cina Ini Rela Rambutnya Membeku

     

    "Awalnya saya tidak tahu, tapi kemudian, saya mengetahui bahwa Fuman tercatat di Kementerian Pendidikan sebagai salah satu orang yang akan mendapat bantuan pengentasan kemiskinan," kata kepala sekolah Yang kepada media South China Morning Post seperti dilansir media Sky, Kamis, 8 Maret 2018.

    Yang merupakan kepala sekolah di sekolah swasta dengan asrama Xinhua School, yang terletak di kota Zhaotong di Provinsi Yunnan.
    "Ada sedikit sekali siswa di Provinsi Yunnan yang seperti dia."
    Menurut media ini, ayah si bocah, Wang Gangkui, dan anaknya merasa kesal dengan keputusan kepala sekolah itu. Mereka tidak mengerti pertimbangan yang diambil.

    Baca: Simpati pada Bocah Berambut Beku, Warga Cina Sumbang Rp4,5 Miliar

     

    Menurut Yang, awalnya dia ingin melakukan hal positif kepada siswa ini karena bersimpati. Namun dia merasa tidak tahan dengan kuatnya perhatian media terkait berita mengenai si bocah. Belakangan otoritas setempat menyatakan Fuman akan dibantu secara keuangan. Ini membuat petugas berencana untuk menginspeksi sekolah secara rutin.

    "Akhirnya kami mendapat berbagai permintaan dari sejumlah lembaga pemerintah yang ingin menginspeksi sekolah ini," kata Yang. "Banyak media juga meminta wawancara."

    Yang mengaku tidak nyaman dengan situasi ini. "Jadi saya meminta ayah Fuman untuk membawa anaknya ke sekolah sebelumnya."

    Fuman mengatakan sekolah barunya di Cina lebih bagus. "Guru-gurunya mengajar lebih baik dibandingkan sekolah dasar Zhuanshanbao," kata dia. "Siswa tidak berbicara di dalam kelas dan semuanya fokus belajar." Selain itu, sekolah swasta ini lebih dekat lokasinya dengan rumahnya dibandingkan sekolah dasar negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.