Babi Hutan Masuk Masjid di Malaysia, Seorang Jamaah Terluka

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Babi Hutan Masuk Masjid Malaysia, 1 Jamaah Terluka

    Babi Hutan Masuk Masjid Malaysia, 1 Jamaah Terluka

    TEMPO.CO, Jakarta - Seekor babi hutan yang terluka tiba-tiba memasuki masjid di Malaysia dan mencederai seorang jamaah salat Maghrib.

    Insiden itu berlangsung di Masjid Sungai Plong Sungai Buloh, Selangor, pada Selasa sore, 6 Maret 2018. Babi hutan yang diyakini tersesat itu, memasuki ruangan utama masjid saat jemaah menjalankan salat Maghrib ba'diyah.

    Baca: Babi Hutan Tewaskan Tiga Milisi, ISIS Siap Balas Dendam

    Hewan yang dinajiskan dalam Islam tersebut, dilaporkan mengejar jamaah termasuk anak-anak di luar aula dan merusak dua sepeda motor di halaman masjid.

    Imam masjid Satu Sungai Plong, Ahmad Hazwan menjelaskan,  saat kejadian, para jamaah berusaha menyelamatkan diri dan mencoba mengeluarkannya dari ruang salat.

    Baca: Gara-gara Babi, Seorang Wanita Diselamatkan dengan Helikopter  

    Setelah dilempar keluar dari ruang shalat, hewan tersebut menggulingkan 2 sepeda motor. Akhirnya binatang itu ditembak oleh Mustafa, seorang jamaah masjid yang memiliki senapan.

    "Dia akhirnya ditembak seorang yang kebetulan memiliki senapan. Polisi juga dihubungi untuk membantu menenangkan situasi," kata Ahmad Hazwan.

    Baca: Babi Liar Berjuluk Pigzilla Berkeliaran Dekat Sekolah Hong Kong

    Seperti dilansir The Star pada 7 Maret 2018, setelah kejadian itu, doa harus dilakukan di luar masjid yang tidak terpengaruh serangan babi hutan tersebut.

    Ahmad Hazwan mengatakan, tiga perempat balai dan beranda masjid jadi sasaran bagi hutan. Manajemen masjid telah menghubungi Kantor Mufti Selangor (JMNS) untuk membersihkan kembali masjid. Permadani masjid juga telah diganti. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.