Balkrishna Doshi, Arsitek India Pertama Peraih Pritzker Prize

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Balkrishna Doshi.  [The Associated Press]

    Balkrishna Doshi. [The Associated Press]

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang arsitek sekaligus pendidik India, Balkrishna Doshi, yang dikenal dengan karya inovasi berbiaya rendah dalam pembangunan rumah mendapatkan penghargaan Pritzker Architecture Prize 2018.

    "Dia orang India pertama yang mendapatkan perhargaan bergengsi di bidang arsitektur," tulis Al Jazeera dalam laporannya, Rabu, 7 Maret 2018.

    Baca: Arkeolog India Sebut Taj Mahal Bangunan Muslim, Bukan Kuil India

    Aranya, perumahan berbiaya rendah karya Balkrishna Doshi. [https://www.mcgill.ca]

    Penghargaan tersebut diumumkan oleh Tom Pritzker selaku ketua Hyyat Foundation di Chicago, Amerika Serikat, pada Rabu. Penghargaan ini secara resmi akan diberikan pada Mei 2018 pada sebuah acara yang digelar di Aga Khan Museum di Toronto, Kanada.

    Al Jazeera dalam tulisannya menyebutkan, Doshi adalah seorang arsitek, perencana tata kota dan pendidik selama 70 tahun. Menurut yayasan yang memberikan penghargaan, karya pria berusia 90 tahun itu "Puitis dan Fungsional".Ahmedabad, ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO. [https://www.indiatoday.in]

    Di antara karya Doshi yang pernah mendapatkan penghargaan adalah Araya, proyek perumahan berbiaya rendah di Indore pada 1989. Perumahan ini dapat menampung lebih dari 80 ribu orang, sebagian besar diperuntukkan bagi warga miskin.

    Baca: Klaim Taj Mahal Milik Hindu, Ini Jawaban Pemerintah India  

    Selain itu, disain bangunan top lainnya Dohsi menurut laporan situs berita The Hindu, adalah IIM-Banglore, Pusat Perencanaan Lingkungan dan Teknologi, Ahmedabad, Ruang Budaya di Ahmedabad, Tagore Memeorial Hall, Institut Indology, dan Premabhai Hall, serta kediaman pribadi Kamala House di India.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.