The Guardian: Inggris Mau Usut Kapal Perangnya Raib di Laut Jawa

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal HMS Exeter tenggelam dalam pertempuran Laut Jawa pada 1 Maret 1942. U.S. Navy Naval History and Heritage Command

    Kapal HMS Exeter tenggelam dalam pertempuran Laut Jawa pada 1 Maret 1942. U.S. Navy Naval History and Heritage Command

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris sedang berbicara dengan pemerintah Indonesia mengenai insiden hilangnya enam bangkai kapal perang era Perang Dunia II, yang tenggelam di Laut Jawa. Ada ratusan jenazah pelaut Inggris dan Belanda di kapal-kapal yang tenggelam ini.

    Diplomat Inggris dikabarkan bertemu dengan Kementerian Maritim Indonesia di Jakarta pada pekan lalu untuk membahas hilangnya kapal-kapal ini. "Kedua pemerintah berkoordinasi untuk melakukan investigasi," kata seorang juru bicara kedutaan besar Inggris seperti dilansir media Guardian, Rabu, 7 Maret 2018. Berita selengkapnya di situs The Guardian bisa dibaca di sini. Sebelumnya koran Inggris ini sudah melansir laporan mendalam tentang penjarahan kapal-kapal perang Inggris di sini.

    Baca: Tiba di London, Pangeran Mohammed Disambut Ratu dan PM Inggris 

    Enam kapal perang itu tenggelam dalam pertempuran di Laut Jawa pada 1942. Hilangnya bangkai kapal ini memicu kecaman dunia internasional. Pasalnya, situs tempat tenggelamnya kapal dilindungi oleh hukum internasional dan merupakan hak milik dari negara pemilik kapal.

    Dalam tiga tahun terakhir, upaya besar-besaran mencari dan membongkar bangkai kapal perang yang tenggelam di perairan Asia Tenggara membuat sedikitnya 40 bangkai kapal bersejarah dari berbagai negara, diduga hilang dan dijarah.

    Seorang penyelam menjelajahi bangkai kapal selam Heian Maru, yang karam di Laguna Truk. Dailymail.co.uk

    Baca: Penyelam Inggris Rekam Tumpukan Sampah Plastik di Laut Bali

    Para pencari harta karun memasuki kapal-kapal ini untuk mengambil emas, perak, perunggu dan baja tua berharga.

    Di daerah Brondong, Jawa Timur, di mana ada sejumlah penemuan bangkai kapal, dikabarkan sejumlah tulang belulang pelaut dari kapal-kapal yang dijarah, dikubur begitu saja tanpa didahului upacara. Otoritas Indonesia telah memeriksa tiga lokasi yang diduga menjadi tempat penguburan sisa-sisa jenazah prajurit Inggris dan Belanda itu.

    Pemerintah Inggris sedang menunggu permintaan bantuan teknis dari pemerintah Indonesia untuk menginvestigasi hilangnya bangkai kapal-kapal perang itu. Bantuan teknis ini bisa berupa forensik, pengujian arkeologis, dan ilmiah. Pemerintah Belanda juga mengirimkan tim ahli militer untuk kepentingan ini.

    THE GUARDIAN 

    Catatan Koreksi: Judul dan sebagian isi berita ini disunting pada Kamis, 8 Maret 2018 untuk menegaskan bahwa berita tersebut disadur dari media The Guardian.   


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.