PBB: Rusia dan Amerika Serikat Penyebab Kematian di Suriah

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ini yang dirilis pada 22 Februari 2018 oleh kelompok aktivis anti-pemerintah Suriah Ghouta Media Center, menunjukkan orang-orang Suriah memeriksa bangunan-bangunan mereka yang hancur akibat serangan udara pasukan pemerintah Suriah, di Ghouta, pinggiran kota Damaskus, Suriah. Sedikitnya 400 orang dinyatakan tewas sejak serangan pada 18-02-2018. (Ghouta Media Center via AP)

    Foto ini yang dirilis pada 22 Februari 2018 oleh kelompok aktivis anti-pemerintah Suriah Ghouta Media Center, menunjukkan orang-orang Suriah memeriksa bangunan-bangunan mereka yang hancur akibat serangan udara pasukan pemerintah Suriah, di Ghouta, pinggiran kota Damaskus, Suriah. Sedikitnya 400 orang dinyatakan tewas sejak serangan pada 18-02-2018. (Ghouta Media Center via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menurut catatan PBB, serangan udara Rusia dan Amerika Serikat di Suriah menjadi penyebab kematian warga sipil di sana.

    Sejumlah diplomat di markas PBB mengatakan, Dewan Keamanan PBB pada Rabu, 7 Maret 2018, mengatakan mereka mendesak kedua negeri kuat itu membicarakan masalah gencatan senjata 30 hari yang terancam gagal.

    Baca: Amerika Vs Rusia: Sekitar 100 Anggota Pasukan Pro Suriah Tewas

    Foto yang dirilis pada 21 Februari 2018 oleh kelompok aktivis anti-pemerintah Suriah Ghouta Media Center, menunjukkan seorang dokter tengah mengobati seorang bocah yang terluka terkena serangan udara pesawat tempur pasukan pemerintah Suriah, di sebuah rumah sakit darurat, di Ghouta, pinggiran kota Damaskus, Suriah. (Ghouta Media Center via AP)

    Prancis dan Inggris meminta Dewan Keamanan PBB akan menggelar pertemuan penting menyusul serangan udara dan bentrok darat yang masih berlanjut di Ghouta Timur, Suriah.

    Sementara itu, pada Selasa, 6 Maret 2018, penyelidik kejahatan perang PBB mengatakan, serangan Rusia dan koalisi Amerika Serikat menimbulkan kematian warga sipil dalam jumlah besar.

    "Sedangkan pemerintah Assad telah melanggar hukum dengan menggunakan senjata kimia guna menghabisi pemberontak di Ghouta Timur, kata diplomat seperti dikutip SBS, Rabu.Mohammed Abu Anas berlari membawa putranya yang terluka terkena serangan udara pesawat tempur pasukan Pemerintah Suriah di dekat kota Ghouta, Damaskus, Suriah, 21 Februari 2018. REUTERS/Bassam Khabieh

    ISIS dan kelompok pemberontak lain juga dimasukkan ke dalam daftar penjahat perang termasuk melakukan serangan mematikan terhadap warga sipil dan menggunakan mereka sebagai tameng manusia.

    Baca: Rusia Kirim Jet Tempur Modern ke Suriah, Amerika Serikat Prihatin

    Paulo Pinheiro, Ketua Tim Penyelidik PBB di Suriah, mengatakan, serangan itu datang pada saat yang sangat gelap dalam konflik ini, ketika pertempuran meningkat di Idlib, Afrin dan Ghouta.

    Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi gencatan senjata untuk Suriah selama 30 hari guna memberikan kesempatan akses bantuan kemanusiaan ke Ghouta Timur. Namun resolusi itu tak berjalan baik. Rusia, Amerika Serikat, Suriah dan pemberontak melanggarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.