Seorang Bocah Amerika Suka Mem-bully, Ayah Suruh Berlari

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bocah Penindas Dihukum Ayahnya Berlari ke Sekolah di Tengah Gerimis

    Bocah Penindas Dihukum Ayahnya Berlari ke Sekolah di Tengah Gerimis

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang bocah laki-laki di Amerika Serikat disuruh ayahnya berlari menuju sekolah di bawah rintik hujan sebagai hukuman atas perilaku bullying yang dilakukannya. Siswa ini terkena larangan naik bus sekolah karena kerap mengganggu siswa lainnya di dalam bus.

    Bocah berusia 10 tahun itu, Hayden, diskorsing tidak bisa menggunakan bus sekolah selama 3 hari karena bersalah mengganggu anak lain dalam bus.

    Baca: Dana Pertahanan Cina Rp 2.500 Triliun, Laksamana Amerika Bilang..

     

    Marah akan perilaku tidak bertanggung jawab dari anaknya itu, Bryan Thornhill, yang tinggal di negara bagian Virginia, memberi pelajaran. Dia menyuruh anaknya berlari di tengah gerimis menuju ke sekolahnya, yang berjarak sekitar 1,6 kilometer dari rumah. Lalu, dia mengikutinya dari belakang dengan mengendarai mobil sambil merekam dengan video recorder.

    Baca: Wow, Anggaran Militer 2018 Cina Jadi Rp 2500 Triliun

     
     

    Thornhill memulai videonya dengan mengatakan "Hei apa kabar semuanya, sebaiknya dengarkan ayahmu. Anakku diskorsing dari bus selama tiga hari karena dia adalah pengganggu kecil. Saya tidak mentolerir perilaku tak terpuji itu.

    Karena itu, dia sekarang harus lari ke sekolah, kami hanya berjarak sekitar 1,6 kilometer dari sekolah sehingga sepanjang minggu dia punya pengalaman berlari."

    Meski Thornhill menghukum anaknya, dia juga menyampaikan lelucon mengenai cara disiplinnya.

    "Kemarin dia agak kasar pada Michelle di pagi hari. Jadi meski hujan pagi ini dia masih bisa lari. Saya hanya ingin menunjukkan pada semua orang dan memberi lelucon yang bagus," kata Thornhill.

    Ayah itu mengklaim tindakannnya itu berhasil mendisiplinkan anak laki-lakinya ini.

    Menurut Thornhill tingkah laku anaknya telah 'jauh lebih baik',selain mengklaim gurunya telah menyetujui tindakannya itu.

    Seperti dilansir Daily Mail pada 6 Maret 2018, sang ayah bersikukuh bahwa anaknya akan belajar dari hal ini.

    Dia menyelesaikan video dengan 'Ajarkan anak-anakmu, jangan menjadi teman, jadilah orang tua. Itulah yang dibutuhkan anak-anak akhir-akhir ini.

    Seperti dilansir Yahoo, video ini mendapat reaksi pro dan kontra dari pengguna Facebook. Ada yang mengatakan,"Lanjutkan. Kerja yang hebat, ayah. Jika kita melakukan lebih banyak tugas sebagai orang tua maka dunia akan menjadi tempat yang lebih baik."

    Namun sebagian netizen menolak cara ini. Salah satunya mengatakan hukuman lari itu mungkin memadai dengan kenakalan yang dilakukan si anak. Tapi pengkritik menilai video ini tidak perlu disebarkan.

    "Faktanya bahwa Anda mereka dan menunjukkannya kepada dunia sangat tidak perlu. Pernahkah terpikir oleh Anda ada alasan mengapa anak Anda menjadi pelaku bully? Mungkin dia mengalami sesuatu," kata netizen lainnya soal cara ayah Amerika ini mendisiplinkan anaknya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?