AS Ajukan Syarat Dialog, Korea Utara: Jangan Salah Menilai

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Howar X dan Denis Alan berdandan ala Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara dan Presiden AS, Donald Trump.

    Howar X dan Denis Alan berdandan ala Kim Jong Un, pemimpin Korea Utara dan Presiden AS, Donald Trump.

    TEMPO.CO, Jakarta - Korea Utara memperingatkan Amerika Serikat agar jangan salah menilai pesan kebaikan Korea Utara. Pernyataan itu untuk menanggapi ucapakan Presiden Donald Trump yang menyebut Pyongyang telah muncul dengan kemungkinan melakukan dialog dengan mengajukan syarat denuklirisasi. 

    Baca: Korea Utara: Stop Latihan Militer Korea Selatan - Amerika Serikat

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un memeriksa pos Galido dan Jangjedo force defence dalam foto yang dirilis oleh Korean Central News Agency Korea Utara (KCNA) di Pyongyang, 13 November 2016. Pos ini terletak di ujung selatan laut barat daya Korea Utara. REUTERS/KCNA

    Dalam pernyataan yang diterbitkan pada Sabtu, 3 Maret 2018, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan Amerika Serikat telah melakukan tindakan yang gila-gilaan dengan terus-menerus meniupkan terompet yang mendesak tidak akan dialog kecuali dengan kondisi yang tepat. Amerika Serikat  juga akan terus memantau jika saja Korea Utara memiliki itikad untuk mengabaikan senjata-senjata nuklir dan rudalnya.

    “Ini jauh lebih dari konyol bahwa Amerika Serikat berkeras ingin dialog hanya jika Korea Utara mengabaikan senjata-senjata nuklirnya dan Amerika Serikat akan bertahan dengan tekanan sangat tinggi hingga denuklirisasi terwujud,” demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Korea Utara, seperti dikutip dari CNN, Senin, 5 Maret 2018, waktu setempat.   

    Baca: 10 Fakta Korea Utara yang Perlu Dicermati Amerika Serikat 

    Pernyataan itu muncul tak lama setelah Trump dalam pidatonya mengatakan Korea Utara telah menyerukan beberapa hari lalu keinginannya untuk berdialog. Namun Trump berkeras Korea Utara harus menghapuskan penggunaan senjata-senjata nuklirnya.

    “Jadi, saya katakan kita bisa mengadakan dialog, tetapi Anda harus menghapus penggunaan senjata-senjata nuklir. Anda harus denuklirisasi. Jadi, kita lihat saja apa yang akan terjadi. Kita lihat saja,” kata Trump di Gridiron Club Dinner, Washington.  

    Sebelumnya Amerika Serikat menyatakan beritikad ingin melakukan pertemuan dengan Korea Utara, namun dengan satu syarat. Yakni Pyongyang meninggalkan program senjata-senjata nuklirnya. Jika tidak, perundingan dalam bentuk apapun mustahil dilakukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.