Kim Jong Un Sambut Utusan Khusus Korea Selatan, lalu?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivanka Trump (tengah), menghadiri upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, 25 Februari 2018. AP

    Ivanka Trump (tengah), menghadiri upacara penutupan Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang, Korea Selatan, 25 Februari 2018. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Utusan khusus Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, bertemu dengan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, di Pyongyang, Senin, 5 Maret 2018.

    Pertemuan ini untuk menjajaki dialog perdamaian antara Korea Utara, Korea Selatan dan Amerika Serikat.

    Baca: Korea Utara: Stop Latihan Militer Korea Selatan - Amerika Serikat

     

    Kedua utusan khusus Korea Selatan yang bertemu dengan Kim Jong Un adalah Chung Eui-yong, yang merupakan penasehat keamanan nasional, dan Suh Hoon, yang merupakan direktur Lembaga Intelejen Nasional.

    "Chung dan Suh tiba di Pyongyang pada Senin sore dan membawa surat dari Presiden Moon untuk Kim Jong Un," begitu dilansir New York Times, Senin, 5 Maret 2018. Utusan khusus  ini akan dijamu makan malam oleh Kim Jong Un. Mereka adalah orang Kroea Selatan pertama yang berkunjung ke Korea Utara dalam sebelas tahun terakhir.

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, dan saudara perempuan Kim Jong Un, Kim Yo Jong, berpose dengan tim hoki es gabungan kedua negara di Olimpiade PyeongChang. USA TODAY

    Baca: Korea Selatan Kirim Delegasi ke Korea Utara, Berunding Nuklir

     
     

    Seperti diberitakan Reuters, Korea Selatan mengirim sebuah tim utusan khusus ke Korea Utara untuk mengupayakan adanya dialog damai dengan Amerika Serikat.

    Utusan khusus tersebut berangkat dari Bandara Seoul pada Senin, 5 Maret 2018 tepat pukul dua siang waktu setempat dengan menggunakan pesawat penumpang Angkatan Udara Korea Selatan.

    "Saya dengan jelas akan menyampaikan maksud Presiden Moon untuk menjaga dialog antar Korea dan memperbaiki hubungan untuk menciptakan perdamaian abadi dan denuklirisasi Semenanjung Korea," kata kepala Dewan Keamanan Nasional, Chung Eui-yong, yang memimpin delegasi.

    Selain Chung, Direktur Lembaga Intelijen Nasional, Suh Hoon, Wakil Menteri Unifikasi Chun Hae-sung, Direktur Pelayanan Intelijen Nasional Kim Sang-Gyun, dan Yun Kun-young, seorang pejabat Cheong Wa Dae (Istana Biru) telah dikirim sebagai utusan khusus. Utusan tersebut juga didampingi oleh lima pejabat tingkat kerja.

    "Untuk tujuan ini, (utusan khusus) berencana untuk membahas cara-cara untuk melanjutkan pembicaraan antar-Korea, serta dialog antara Utara dan Amerika Serikat, dan masyarakat internasional," kata Chung, seperti dilansir Korea Herald pada 5 Maret 2018.

    Komentar Chung mengenai upaya dialog Korea Utara-AS sejalan dengan komentar sebelumnya dari pejabat tingkat tinggi Cheong Wa Dae yang menggambarkan peran Seoul dalam masalah ini sebagai "perjodohan" antara Pyongyang dan Washington.

    Chung mengatakan kunjungannya ini merupakan tanggapan atas kunjungan utusan khusus Korea Utara ke Korea Selatan bulan lalu. Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sebelumnya memilih saudara perempuannya Kim Yo-jong sebagai utusan khusus dalam delegasi tingkat tinggi untuk upacara pembukaan Olimpiade PyeongChang. Selama kunjungannya, Kim mengundang Moon ke Pyongyang.

    Donald Trump dan Kim Jong-un. trofire.com

    Sementara di Pyongyang, utusan tersebut akan bertemu dengan pejabat Korea Utara. Kantor kepresidenan Korea Selatan tidak berkomentar mengenai rincian perjalanan ini, termasuk kemungkinan pertemuan dengan Kim Jong Un.

    Ini adalah utusan khusus ketujuh yang telah dikirim ke Utara sejak Perang Korea 1950-53, dan pertama kalinya Seoul membuat pengumuman kepada publik. Cheong Wa Dae pertama kali mengungkapkan rencana Moon untuk mengirim utusan setelah percakapan teleponnya dengan Presiden AS Donald Trump pada Kamis.

    Cheong Wa Dae juga mengatakan utusan itu akan mengunjungi AS segera setelah mereka kembali dari Pyongyang untuk memberi tahu pejabat AS mengenai hasilnya.

    Selain briefing pejabat AS, Korea Selatan mencari cara untuk bekerja sama dengan Cina dan Jepang mengenai Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.