Partai Pimpinan Pelawak Diprediksi Menangkan Pemilu Italia

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kolosseum dihiasi lampu merah dalam aksi protes persekusi yang menimpa umat Kristen diberbagai negara di Roma, Italia, 24 Februari 2018. Aksi ini menyatakan solidaritas bagi Asia Bibi, seorang wanita Katolik yang dijatuhi hukuman mati di bawah undang-undang penghujatan Pakistan. AP

    Kolosseum dihiasi lampu merah dalam aksi protes persekusi yang menimpa umat Kristen diberbagai negara di Roma, Italia, 24 Februari 2018. Aksi ini menyatakan solidaritas bagi Asia Bibi, seorang wanita Katolik yang dijatuhi hukuman mati di bawah undang-undang penghujatan Pakistan. AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai-partai populis Italia mendapatkan kenaikan dukungan suara dalam pemilu legislatif, yang diselenggarakan pada Minggu, 4 Maret 2018 waktu setempat. Meski belum diperoleh hasil pasti partai pemenang karena proses perhitungan suara masih berlangsung, namun partai antikemapanan yaitu Partai Gerakan Lima Bintan diprediksi mendapatkan dukungan suara terbanyak. 

    Seperti dikutip dari CNN pada Senin, 5 Maret 2018, Partai Gerakan Lima Bintang, yang dipimpin oleh seorang komedian Beppe Grillo, diprediksi mendapatkan 32 persen suara. Walau raihan suaranya lebih tinggi dibanding partai lain, namun jumlah ini masih kurang untuk membentuk sebuah pemerintahan. Diperlukan 40 persen suara bagi suatu partai politik untuk memegang tampuk kekuasaan.

    Baca: Matteo Renzi Gantikan Letta sebagai PM Italia

    Berlusconi Divonis Bersalah Gelapkan Pajak

    Sebelumnya berdasarkan hasil perhitungan suara awal, koalisi tengah-kanan yang digawangi mantan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, diprediksi mendapatkan raihan suara terbanyak, yakni sekitar 35,5 persen. Berlusconi, yang merupakan seorang miliarder Italia, tidak bisa lagi maju untuk menduduki kursi Perdana Menteri Italia karena dia pernah dijatuhi hukuman karena penipuan pajak.

    Baca: Tak Didukung Benahi Parlemen, PM Italia Renzi Undur Diri

    Sementara itu, raihan suara kelompok tengah-kiri, yang dipimpin mantan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, jauh dari harapan. Koalisi partai pimpinannya hingga berita ini diturunkan hanya berhasil mengumpulkan 23 persen suara. Raihan ini lebih baik dari yang diproyeksikan, yakni sekitar 19 persen.

    Renzi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai orang nomor satu Italia pada 2016 setelah gagal menggelar referendum konstitusi yang penuh kontroversi. Para pemimpin politik Italia sekarang ini menantikan hasil akhir perhitungan pemilu legislatif sebelum menulis komentar ucapan selamat di media sosial.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.