PM Cina Peringatkan Taiwan Soal Separatisme, Ada Apa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tiga kapal LPD-071 Armada Laut Cina Selatan. Tiongkok menempatkan tiga kapal pertama pada Armada Laut Selatan dan tiga lagi akan ditempatkan pada Armada Laut Timur. Satu LPD untuk Armada Laut Timur telah selesai pada Januari 2105 dan sedang uji pelayaran, dua lagi akan dibangun. Laporan intelejen US Navy menyebutkan bahwa Tiongkok membangun kapal multimisi yang mampu merespon dengan cepat suatu krisis, baik di laut selatan atau pun timur Tiongkok. taiwanpower.ning.com

    Tiga kapal LPD-071 Armada Laut Cina Selatan. Tiongkok menempatkan tiga kapal pertama pada Armada Laut Selatan dan tiga lagi akan ditempatkan pada Armada Laut Timur. Satu LPD untuk Armada Laut Timur telah selesai pada Januari 2105 dan sedang uji pelayaran, dua lagi akan dibangun. Laporan intelejen US Navy menyebutkan bahwa Tiongkok membangun kapal multimisi yang mampu merespon dengan cepat suatu krisis, baik di laut selatan atau pun timur Tiongkok. taiwanpower.ning.com

    TEMPO.CO, Beijing - Pemerintah Cina memperingatkan Taiwan bahwa negara itu tidak akan pernah menoleransi gerakan separatis Taiwan untuk mengatur diri sendiri. Cina akan menjaga integritas wilayahnya dan menargetkan reunifikasi dengan Taiwan, yang dianggap sebagai wilayahnya.

    "Kami akan tetap menjaga kedaulatan Cina dan integritas wilayah dan tidak akan pernah menoleransi gerakan separatis atau aktivitas untuk Taiwan merdeka," kata Li Kegiang, Perdana Menteri Cina, dalam pernyataan di depan 3.000 anggota parlemen Cina di Balai Agung Rakyat, Senin, 5 Maret 2018.

    Baca: Terma Jepang, Taiwan Tolak Bantuan Gempa dari Cina, Kenapa?

    Li Keqiang memberikan pernyataan ini dalam pembukaan sesi tahunan parlemen Cina. Dia menanggapi sebuah undang-undang Amerika Serikat yang bakal meningkatkan hubungan dengan Taiwan.
    Pada Jumat pekan lalu, media resmi pemerintah Cina melansir bahwa Taiwan hanya akan terbakar jika mengandalkan bantuan asing. Media juga mengancam perang dengan Taiwan.

    Baca: Korban Tewas Gempa Taiwan Bertambah Jadi 10, Pencarian Berlanjut

    Undang-undang Amerika Serikat mengenai hal tersebut tinggal membutuhkan tanda tangan dari Presiden Donald Trump sehingga sah dan berlaku. Undang-undang ini mengizinkan pejabat tinggi hingga rendah Amerika berkunjung ke Taiwan untuk mengunjungi pejabat setempat. Selain itu, undang-undang ini mengizinkan pejabat tinggi Taiwan datang ke Amerika dalam kunjungan resmi dan bertemu dengan pejabat Amerika.

    Juru bicara kantor kepresidenan Taiwan, Huang Chung-yen, mengatakan kedua negara, Cina dan Taiwan, bertanggung jawab menjaga keamanan dan perdamaian di Selat Taiwan.

    "Hubungan lintas selat kedua negara bertujuan menjaga keamanan regional dan stabilitas di kawasan ini," kata Huang kepada media.
    Huang menambahkan, "Ketika menyangkut hubungan lintas selat, Taiwan selama ini tidak pernah menjadi pihak yang membawa efek negatif."

    Guna meningkatkan kemampuan militernya, pemerintah Cina menambah anggaran 8,1 persen untuk meningkatkan industri pertahanan domestik. Ini bakal membuat Taiwan semakin merasa khawatir, terlebih dengan bertambahnya kehadiran militer Cina di sekitar negara kepulauan itu.
    "Kami memiliki resolusi penuh, keyakinan penuh, dan kemampuan lebih hebat untuk mencegah semua bentuk gerakan separatis kemerdekaan Taiwan," kata Zhang Zhijun, Kepala Kantor Hubungan Cina-Taiwan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.