Rabu, 19 Desember 2018

Dokter Salah Bedah Otak Pasien di Kenya

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dokter bedah. bet.com

    Ilustrasi dokter bedah. bet.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ahli bedah otak di rumah sakit terkemuka di Kenya, Kenyatta National Hospital,  telah diskors setelah melakukan malpraktek terhadap seorang pasien. Menurut pihak rumah sakit, dokter bedah dengan dua perawat dan ahli anestesi juga diskors hingga penyelidikan terkait insiden salah bedah itu selesai.

    Menteri Kesehatan, Sicily Kariuki juga menangguhkan tugas pimpinan eksekutif rumah sakit tersebut. Kariuki mengatakan, skorsing diberlakukan untuk membuka jalan bagi penyelidikan tentang bagaimana kesalahan tersebut terjadi.

    Baca: Perut Pasien Bergetar, Ternyata Itu Ponsel Dokter  

    Insiden itu pertama kali diungkap oleh surat kabar Daily Nation lewat laporan investigasnya.

    Dua orang dibawa ke rumah sakit pada hari Minggu pekan lalu, begitu surat kabar itu melaporkan. Salah satunya harus menjalani operasi untuk menghilangkan pembekuan darah di otaknya, sementara yang lain memerlukan pengobatan untuk kepala yang bengkak.

    Namun, beberapa jam setelah dokter melakukan operasi, tidak ada pembekuan darah yang ditemukan pada pasien. Tim dokter salah membedah pasien. 

    Baca: Salah Operasi, Dokter Gantung Diri

    "Rumah sakit menyesali kejadian ini dan langkah terbaik diambil untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pasien," demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh rumah sakit tersebut seperti dikutip dari Guardian, 3 Maret 2018. 

    Diduga pasien tidak sadar pada saat masuk kamar bedah dan menjalani operasi. Pasien salah bedah itu kemudian dinyatakan sembuh.

    Malpraktek dokter tersebut tersebar di media sosial sehingga mengejutkan banyak orang, terutama karena melibatkan Rumah Sakit Nasional Kenyatta dimana stafnya juga diduga melakukan serangan seksual terhadap pasien dan mencuri bayi. Kenyatta National Hospital adalah rumah sakit yang tertua dan terbesar di Kenya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.