Bersantap Malam dengan Wartawan, Trump 'Ngomongin' Kim Jong Un

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah balon bergambarkan patung pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diarak selama parade Karnaval yang ke-134 di Nice, Perancis, 20 Februari 2018. REUTERS

    Sejumlah balon bergambarkan patung pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump diarak selama parade Karnaval yang ke-134 di Nice, Perancis, 20 Februari 2018. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Di tengah suasana penuh canda tawa pada jamuan makan malam dengan pejabat tinggi negara dan wartawan, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan negaranya bersedia berdialog dengan Korea Utara. Namun Pyongyang terlebih dulu menghentikan program nuklir atau melakukan denukliralisasi.

    "Sekarang kita siap melakukan pembicaraan damai dengan Korea Utara seperti yang diminta mereka. Tapi sekali lagi mereka harus melakukan denukliralisasi," kata Trump kepada peserta makan malam tahunan Gridiron Club.

    "Kami akan bertemu dan kami akan lihat apakah terjadi sesuatu yang positif," kata Trump seperti dilansir Reuters pada, Ahad, 4 Maret 2018.

    Baca: Presiden Meksiko Batal ke Amerika Serikat, Trump Bikin Panas

    Namun, media melansir sifat pernyataan Trump itu belum diketahui secara pasti apakah itu termasuk  candaan atau pertemuan formal kedua negara bakal berlangsung dalam waktu dekat. Ini karena suasana makan malam pada Sabtu malam, 3 Maret 2018 itu, berlangsung rileks.

    "Saya tidak akan mengesampingkan pembicaraan langsung dengan Kim Jong Un. Saya tidak mau," kata Trump mengacu kepada nama pemimpin Korea Utara. Pada kesempatan itu Trump kembali membuat lelucon tentang Kim Jong Un.

    Baca: Lagi, Trump Beri Sanksi Besar untuk Rezim Kim Jong Un

    Perang Kata Donald Trump versus Kim Jong-un

    "Soal risiko berurusan dengan orang gila, itu menjadi masalahnya, bukan masalah saya," kata Trump dengan nada bercanda. Beberapa media AS pernah melansir Trump memerintahkan Menteri Luar Negeri Rex Tillerson untuk menyebut Trump sebagai orang gila kepada mitranya dari Korea Utara untuk menakut-nakuti.

    Jika pernyataan itu merupakan sesuatu yang resmi dan serius, maka ini menjadi sikap pertama administrasi Trump terkait Pyongyang. Selama ini hubungan kedua negara mengalami kebuntuan terkait pengembangan senjata nuklir Korea Utara, yang mampu mencapai wilayah Amerika Serikat.

    Pernyataan Trump datang sesaat sebelum presiden Korea Selatan mengumumkan pada Minggu bahwa delegasi tingkat tinggi pejabat Korea Selatan akan berkunjung ke Korea Utara pada Senin untuk membahas peningkatan hubungan di semenanjung Korea. Pertemuan ini juga untuk memulai pembicaraan antara Washington dan Pyongyang.

    Donald Trump dan Kim Jong-un. trofire.com

    Setelah kunjungan dua hari ke Korea Utara, utusan khusus itu akan melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk memberi tahu pejabat di Washington mengenai hasil diskusi mereka di Pyongyang.

    Bulan lalu, Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dijadwalkan bertemu dengan pejabat Korea Utara, termasuk saudara perempuan pemimpin Kim Jong Un, saat berada di Korea Selatan untuk Olimpiade Musim Dingin namun Korea Utara membatalkannya pada saat-saat terakhir.

    Jamuan makan malam Gridiron Club merupakan tradisi tahunan Gedung Putih, yang mengundang tamu dengan kewajiban mengenakan wig dan kostum ala pejabat era 1700-an. Pada kesempatan itu biasanya Presiden akan memberikan pidato selama 30 menit berisi satir dan lelucon.

    Tradisi yang dimulai pada 1885 itu akan digunakan Presiden untuk menyampaikan pidato lucu dan tidak mengungkapkan prakarsa kebijakan baru. Trump menceritakan serangkaian lelucon yang mendapat banyak tawa, anggota Dewan kabinetnya sendiri seperti Menteri Keuangan Steve Mnuchin dan Jaksa Agung Jeff Sessions dan menantunya Jared Kushner, yang semuanya hadir di ballroom Hotel Washington.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?