Xi Jinping Larang Penggunaan Huruf 'N' Di Cina

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Xi Jinping. REUTERS

    Xi Jinping. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina untuk sementara melarang penggunaan huruf N setelah sejumlah otoritas berwenang Cina menilai para pembangkang menggunakan huruf ini untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap keputusan Presiden Cina Xi Jinping untuk mengamandemen konstitusi Cina. 

    Xi telah mengajukan sejumlah perubahan, diantaranya menghapus batasan masa jabatan Presiden Cina. Sekarang ini, seorang presiden hanya memiliki dua kali kesempatan untuk memimpin Cina. 

    Baca: Cina Larang Uang Rakyat Dipakai untuk Beli Hadiah

    Dua orang pria mengganti foto Yesus dengan foto Presiden Xi Jinping. scmp.com  

    Atas proposal perubahan itu, banyak suara-suara mengkritik Xi di media sosial Cina, seperti Weibo dan WeChat. Mereka menggunakan huruf N untuk menghindari sensor pemerintah. Huruf ini dalam bahasa Cina sama artinya dengan ‘seumur hidup’, ‘ketidaksetujuan’ dan ‘emigrasi’.

    Seperti dilansir dari situs techwireasia.com pada Jumat, 2 Maret 2018, penggunaan huruf N juga mengacu pada pilihan Yes dan No, yang sering muncul dalam software. Mereka yang berselisih pendapat dengan proposal Xi, menyebut proposal Xi bukan sebuah pilihan mayoritas masyarakat Cina. 

    Baca: Cina Keluarkan Aturan Aneka Larangan Investasi di Luar Negeri  

    Sebelumnya,  frase seperti ‘Xi Jinping’ dan ‘kontrol tanpa batas’ sudah lebih dulu dilarang bersama dengan gambar-gambar Winnie the Pooh and Tigger, yang telah digunakan pada masa lalu untuk mengkritik Presiden Xi menyusul kunjungannya ke Amerika Serikat. Dalam kunjungannya itu, Xi berfoto bersama mantan Presiden Barack Obama.

    Editorial Global Times yang dipublikasi pada Selasa, 27 Februari 2018, mengkritisi bahwa kritik dari barat adalah suara kekhawatiran atas kebangkitan Cina dan beberapa negara Barat yang secara psikologi tidak kuat lagi menanggung rasa takut tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.