Ups, Zimbabwe Keluhkan Ukuran Kondom Buatan Cina Terlalu Kecil

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kondom yang diproduksi dengan karet alami yang diekstrak dari pohon Seringueira saat proses pembuatan di pabrik kondom Natex di Xapuri, Acre, Brasil, 23 Juni 2016. REUTERS/Ricardo Moraes

    Sejumlah kondom yang diproduksi dengan karet alami yang diekstrak dari pohon Seringueira saat proses pembuatan di pabrik kondom Natex di Xapuri, Acre, Brasil, 23 Juni 2016. REUTERS/Ricardo Moraes

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Zimbabwe mengeluhkan ukuran kondom buatan Cina terlalu kecil bagi para orang muda di negara Afrika itu.

    Menteri Kesehatan David Parirenyatwa  menyampaikan keluhan itu pada sebuah acara mengenalkan upaya pencegahan HIV/AIDS di ibukota Harare pekan lalu.

    Baca: Kondom Jadi Oleh-oleh Pejabat Korea Utara, Kok Bisa?

    "Wilayah Afrika bagian selatan memiliki masalah HIV tertinggi dan kami mempromosikan penggunaan kondom. Pemuda sekarang hanya memilih kondom tertentu yang mereka sukai, tapi kita tidak memproduksinya. Kami mengimpor kondom dari Cina dan beberapa pria mengeluh bahwa ukurannya terlalu kecil," kata Parirenyatwa, seperti dilansir South China Morning Post pada 1 Maret 2018.

    Setelah munculnya keluhan itu, Parirenyatwa mengatakan, perusahaan di Zimbabwe harus bisa memproduksi kondom sendiri daripada mengandalkan impor.

    Baca: Remaja Thailand Suka Pakai Kondom Kegedean

    Zimbabwe merupakan salah satu negara di Afrika Sub-Sahara yang paling parah terkena dampak HIV / AIDS, dengan perkiraan 13,5 persen populasi orang dewasa terinfeksi virus itu. Penggunaan kondom dianggap sebagai cara utama untuk membatasi penyebaran infeksi.

    Menanggapi keluhan pemerintah Zimbabwe,  produsen kondom Cina mengatakan sedang mempertimbangkan untuk membuat produknya dalam ukuran yang berbeda. Cina tidak ingin kehilangan pasar. 

    Zhao Chuan, Kepala eksekutif produsen kondom Beijing Daxiang dan His Friends Technology Co, mengatakan, perusahaan tersebut berencana membuat alat kontrasepsi dalam berbagai ukuran.

    Baca: Olimpiade Musim Dingin 2018 Catatkan Rekor Soal Penyebaran Kondom

    "Mengenai tuntutan berbeda dari pelanggan seperti di Zimbabwe, Daxiang sebagai produsen Cina memiliki kemampuan dan kewajiban untuk memberikan kontribusi. Jadi kami mulai melakukan survei terhadap data pengguna di wilayah tersebut untuk melakukan persiapan untuk produk masa depan dengan ukuran berbeda, "kata Zhao.

    Menurut Zhao, pelanggan di seluruh dunia memiliki persyaratan yang berbeda. Di Cina, kaum pria  lebih memilih kondom yang lebih tipis meski tidak mengkhawatirkan ukurannya. Sementara pelanggan di Amerika Utara lebih menyukai kontrasepsi yang lebih lembut.

    Cina adalah salah satu produsen kondom terbesar di dunia. Negeri Tirai Bambu tersebut memiliki sekitar 300 produsen kondom yang memproduksi sekitar 3 miliar alat kontrasepsi setiap tahunnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.