Melody JKT 48 Ingin Promosikan Pertanian Jepang dan ASEAN

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melody JKT48 membentuk model rambut setengah 'bun'. Instagram

    Melody JKT48 membentuk model rambut setengah 'bun'. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Tawaran menjadi Duta Persahabatan Jepang-ASEAN bidang pangan dan pertanian dari pemerintah Jepang, disambut gembira oleh Melody Nurramdhani Laksania, personel girl band JKT 48. Melalui peran barunya ini, Melody ingin berbagi dengan masyarakat ASEAN akan proyek-proyek bidang pertanian dan buah, yang pernah dilakukannya sebagai sarjana pertanian lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung.

    "Sebagai duta persahabatan Jepang-ASEAN bidang pangan dan pertanian, agendanya kemungkinan saya akan berkeliling negara ASEAN, menghadiri acara yang mengharapkan saya hadir, termasuk sosialisasi dan promosi bidang pertanian ke universitas-universitas di Indonesia. Untuk setiap kegiatan Jepang-ASEAN agrikultur, saya juga akan membagikan pada para penggemar melalui media sosial," kata Melody, Rabu, 28 Februari 2018 di Jakarta.
     
     
    Melody Nurramdhani Laksani, personil girl band JKT 48, terpilih menjadi duta persahabatan ASEAN - Jepang bidang pangan dan pertanian. Melody merupakan sarjana pertanian yang ingin berkontribusi memajukan sektor pertanian. TEMPO/Suci Sekarwati
     
    Dengan jabatan barunya ini, Melody pun mengaku terbebani. Sebab ini berarti, tanggung jawabnya sekarang lebih berat. Namun begitu, dia senang dan bangga karena terpilihnya dia menjadi seorang duta adalah suatu prestasi yang membanggakan dan membuatnya memiliki lebih banyak kegiatan positif. 
     
    "Para penggemar pun sejauh ini senang dan mendukung saya mempromosikan sektor pertanian. Sebagai sarjana pertanian, saya bangga bisa ikut mempublikasikan sektor pertanian," ujarnya.
     
     
    Melalui peran barunya ini, Melody menargetkan ingin masyarakat, khususnya kalangan muda, lebih menghargai sektor pertanian. Sebab segala yang kita makan sumbernya dari pertanian.

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.