Turki Hukum 572 Tahun Penjahat Seks 18 Anak

Reporter:
Editor:

Choirul Aminuddin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Palu Hakim. [www.ghanaweb.com]

    Palu Hakim. [www.ghanaweb.com]

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki menjatuhkan hukuman selama 572 tahun terhadap seorang petugas kebersihan karena terbukti melakukan kejahatan seks terhadap 18 anak di asrama siswa.

    Pria begundal itu, menurut laporan Middle East Monitor, bernama Mehmet Sait Guler. Adapun laporan Hurriyet Daily menyebutkan, pria itu bekerja di sebuah sekolah di tenggara Adiyaman, Turki, sejak 2012 dan dia berbagi asrama dengan sejumlah murid meskipun hal itu bertentangan dengan peraturan asrama.

    Lihat foto: Images for hukuman di turki pelecehan seksual, tempo.co

    Mehmet Sait Güler, seorang petugas kebersihan dihukum 572 tahun penjara setelah terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap 18 anak di asrama di Turki. [Twitter]

    Middel East Monitor menulis, dia diduga memperkosa anak-anak di ruang boiler setelah memikat korban dengan alasan bahwa dia akan mengajari mereka cara menggunakan sistem pemanas. Dia juga menyelinap ke tempat tidur para siswa di malam hari.Mehmet Sait Güler, seorang petugas kebersihan dihukum 572 tahun penjara setelah terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap 18 anak di asrama di Turki.[odatv.com]

    "Pada Februari 2015, setelah meninggalkan penginapannya di asrama, dia dilaporkan membawa sejumlah anak ke rumahnya dan memperkosa mereka," tulis Hurriyet Daily. "Dia juga memaksa anak-anak merokok dan memukulinya."

    Baca: Terbukti Melecehkan, Dokter Timnas Senam AS Divonis 175 Tahun Bui

    Masa hukuman ini tergolong tertinggi yang dikeluarkan oleh pengadilan Turki. Hukuman itu dijatuhkan setelah dia dinyatakan bersalah melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak, mengakibatkan kerugian fisik, perampasan kebebasan, dan pemerasan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.